“Pertobatan”: Renungan, Senin 6 Januari 2020

0
7038

Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan (P)

1Yoh. 3:22 – 4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25 

Tujuan hidup bagi seorang kristiani adalah memiliki kedekatan yang intim dengan Allah yang berdiam dalam hati kita. Untuk itu setiap orang harus dengan ketetapan hati mengolah hidupnya dengan kedisiplinan yang tinggi. Siap untuk mengikuti pribadi Yesus adalah tuntutan mutlak bagi seorang kristiani. Sebab mengolah hidup dengan disiplin tinggi pun telah dilakukan oleh Yesus sebelum memulai karya-Nya. Dengan berpuasa selama empat puluh hari. Maka sebagai bentuk pemurnian hati, kita perlu mengajak sesama untuk bertobat dan masuk dalam kerajaan-Nya.

Yesus melalui Injil hari ini pun, mengajak kita untuk bertobat. Terlebih dahulu dengan perubahan cara hidup. Perubahan cara hidup ini mempunyai arti bahwa kita harus berbalik kepada Tuhan dan kehendak-Nya. Ini berarti Tuhan tidak hanya meminta agar Ia dipuji-puji dengan doa-doa serta nyanyian saja. Tetapi agar setiap manusia bertanggung jawab kepada Tuhan dan mau mengakui bahwa setiap tindakan yang tidak sesuai dengan kehendaknya akan menimbulkan dosa. Maka bertobat itu berarti meluruskan kembali jalan hidup menuju kepada Tuhan yang adalah dasar kehidupan kita.

Kita akan memiliki hubungan yang intim dengan Allah atau tinggal dalam kerajaan Allah bila kita memiliki sikap tobat. Menjalankan kehidupan rohani dengan disiplin yang tinggi. Sikap itu itu diperlukan agar kita benar-benar dipimpin oleh Roh kudus, bukan Roh lain. Sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama, bahwa “Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh, apakah mereka berasal dari Allah”. Sebab hanya Roh Allah yang mampu menuntun kita kepada kebenaran. Roh itu ada dalam hati yang murni sebagai buah dari pertobatan.

Roh Allah adalah kekuatan Allah sendiri yang bekerja dalam diri kita. Roh itu membawa pembaharuan, perubahan dan akhirnya menggerakkan orang untuk berani bersaksi. Kalau dalam hati kita masih ada Roh Allah, maka kita akan mau untuk mengikuti pribadi Yesus dan siap mewartakan Kerajaan Allah. Dan cara untuk membangun kerajaan Allah di dunia ini seperti yang diwartakan oleh Yesus adalah dengan bertobat. Itu berarti kehidupan berdasarkan  Kerajaan Allah, harus didasarkan pada sikap pertobatan. Maka sebagai pengikut Kristus yang setia, bertobatlah sebab melaluinya, kelak kita dapat masuk dalam Kerajaan Allah.

(Fr. Paskalis Jaftoran)

Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat. 4:17).

Marilah Berdoa:

Semoga Allah Bapa senantiasa mengetuk pintu hati umat-Nya agar mau bertobat dan memperbaharui dirinya. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini