Hari Raya Penampakan Tuhan (P)
Yes. 60: 1-6; Mzm. 72: 1-2,7,10-11,12-13; Ef. 3: 2-3a,5-6; Mat. 2:1-12
Hari ini adalah Hari Raya Penampakan Tuhan. Kalau memperhatikan bacaan pada hari ini, maka pesan yang mau disampaikan adalah Allah berkenan menampakkan diri kepada segala bangsa. Putera Allah, yang diutus datang ke dunia untuk menebus umat manusia telah dirayakan pada Hari Raya Natal. Putera Allah itu datang ke dunia dengan lahir dari perawan Maria dan menjadi anggota sebuah keluarga manusia, yaitu keluarga Yosep dan Maria.
Gereja hari ini memperjelas lagi tentang pewartaan imannya. Putera Allah yang telah datang ke dunia adalah misteri Allah yang menampakkan diri kepada segala bangsa. Warta itu sudah dinyatakan dalam bacaan pertama melalui kitab nabi Yesaya: “Terang Tuhan terbit atasmu dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang atas terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.”(Yes. 60: 2-3).
Apa yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya itu kemudian digenapi dalam peristiwa yang dikisahkan dalam Injil Matius. Hal itu disimbolkan lewat kehadiran tiga raja dari timur yang datang untuk bersembah sujud kepada Raja Almasih yang baru lahir di kota Betlehem Efrata.
Tiga raja dari timur itu disebut juga orang-orang Majus atau para sarjana. Mereka adalah orang-orang bijaksana yang mencari kebenaran sejati dan menemukan Allah yang menampakkan diri-Nya di dalam diri seorang bayi yang berbaring di palungan.
Menyaksikan peristiwa-peristiwa iman yang telah diceritakan di dalam Kitab Suci itu, Gereja mengajak kita untuk memuji Allah dalam Mazmur antar bacaan dengan refen: “Semua bangsa di dunia bersujud menyembah Tuhan.”
Tuhan yang telah berkenan menampakkan diri-Nya hendaknya diterima dengan iman oleh semua orang yang merindukan keselamatan. Bagi kita sendiri, anggota Gereja, yang telah percaya kepada Kristus dan menerima baptisan, perayaan Epifania atau penampakan Tuhan ini adalah suatu peneguhan iman. Iman kita diteguhkan dan dikuatkan dengan perayaan ini. Kita mengungkapkan rasa syukur dan pujian kepada Allah dengan merayakan hari Epifania ini dengan penuh kesadaran dan penuh sukacita.
(Romo Albertus Sujoko MSC)
“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel” (Mat. 2:6).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami melihat kemuliaan-Mu yang Engkau nyatakan kepada segala bangsa dan terdorong untuk mewujudkan Kerajaan-Mu di dunia. Amin











