“Mengapa Persiapan?”: Renungan, Rabu 4 Desember 2019

0
2428

Hari Biasa Pekan I Adven (U)

Yes. 25:6-10 a; Mzm. 23:1-3a-4,5,6; Mat. 15:29-37

Menantikan seseorang yang kita cintai merupakan hal yang sangat menggembirakan hati. Dalam penantian itu sering kita membuat persiapan dan sebagainya.

Dalam bacaan pertama, nabi Yesaya bernubuat tentang apa yang akan tejadi atas bangsa-bangsa yang berada di Sion. Ia memulai nubuatnya dengan ucapan syukur atas karya Tuhan yang besar atas musuh-musuhnya. Sesudah ucapan syukur, nabi Yesaya bernubuat tentang nasib bangsa-bangsa di Sion. Bahwa Tuhan akan menyediakan di gunung Sion bagi segala bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang yang bergemuk, Tuhan akan mengoyakkan kain perkabungan, Tuhan akan meniadakan maut untuk seterusnya. Suatu gambaran “masa depan” dari nabi Yesaya bagi umat untuk selalu menantikan saat itu tiba. Pertanyaannya kapan saat itu tiba?

Dalam bacaan Injil, Matius menampilkan kisah mengenai Yesus sebagai sumber kehidupan. Sebagai sumber kehidupan, banyak orang membawa kepada Yesus berbagai macam orang sakit, dan Yesus menyembuhkan mereka. Tindakan Yesus tidak saja sebatas itu, Ia juga memberikan makan kepada banyak orang. Kehadiran Yesus sebagai sumber kehidupan menjadi jawaban atas nubuat nabi Yesaya yakni kehadiran-Nya menjadi tempat pengungsian bagi  orang lemah, miskin dan tersesak. Kehadiran-Nya membawa “kekenyangan”; bukan saja kekeyangan jasmani melalui roti dan ikan tetapi kekenyangan rohani melalui Sabda-Nya.

Sekarang kita berada dalam masa penantian akan kelahiran Yesus Kristus. Dalam masa penantian ini, sering kali kita membuat persiapan-persiapan seperti membeli baju baru, mulai menghiasi rumah dan sebagainya. Apakah persiapan itu sudah cukup atau sangat penting dalam menantikan Dia yang mencintai kita? Tentu saja tidak!  Kita diharapkan dapat menyiapkan hati, batin, dan pikiran kita untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus. Persiapan itu dapat kita buat melalui sikap tobat dan amal kepada orang yang miskin. Mengapa kita mesti membuat persiapan untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus? Karena Dialah yang akan memberikan kepada kita jaminan kehidupan abadi. Dengan kehadiran-Nya kita dapat diantar pada keselamatan sejati sehingga kita juga dapat mengatakan “sesungguhnya,inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karena keselamatan yang diadakan-Nya!”.

(Fr. Boby Weridity)

“Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (Yes.25;9).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, persiapkanlah hati kami menyambut kedatangan-Mu. Amin  

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini