“Iman dan Kerendahan Hati”: Renungan, Senin 2 Desember 2019

0
2207

Hari Biasa Pekan I Adven (U)

Yes. 4:2-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,(4b-5,6-7) 8-9; Mat. 8:5-11

Menjadi seorang atasan, raja, pemimpin, presiden, gubernur, atau menjadi apa saja yang memimpin suatu kelompok tentunya adalah suatu kehormatan, tugas, kepercayaan yang harus dijaga sebagai suatu kesempatan yang mulia. Namun, kenyataannya dalam realitas dunia sekarang ini, kedudukan atau jabatan seperti itu banyak disalahgunakan. Banyak orang yang mempunyai jabatan seperti itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk berbuat hal yang cenderung ke arah negatif, bahkan orang lain menjadi korban atas kekuasaan yang dimilikinya.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kehormatan, kekuasaan itu tidak berarti apa-apa ketika kita menyadari bahwa ada yang lebih di atas dari segalanya, ada yang lebih berkuasa, pemimpin tertinggi yakni Tuhan. Seorang perwira datang kepada Yesus dengan penuh kerendahan hati dan imannya yang besar mau meminta Yesus untuk dapat menyembuhkan hambanya yang sedang terbaring sakit. Sikap seperti seorang perwira ini menunjukkan seorang yang penuh tanggung jawab atas bawahannya. Perwira itu bahkan mengatakan bahwa ia sendiri adalah seorang bawahan, dan di bawahnya ada pula prajurit. Kesadaran dan kerendahan hati seorang perwira inilah yang hendaknya ada di dalam diri setiap orang. Lebih dari pada itu, seorang perwira ini mempunyai iman yang besar terhadap Yesus bahwa Yesus akan menyembuhkan hambanya hanya dengan sepatah kata saja. Iman dan keyakinan sebesar inilah yang membuat orang diselamatkan, padahal Yesus sendiri telah mengatakan “Aku akan datang menyembuhkannya”. Tetapi dengan iman dan kerendahan hati, perwira itu percaya bahwa hanya dengan sepatah kata saja dari Yesus, hambanya akan disembuhkan. Sebagai seorang kristen hendaknya ditanamkan dalam diri kita iman dan kerendahan hati. Percaya sepenuhnya kepada Allah bahwa Ia akan datang menyembuhkan kita dan menyelamatkan kita dari segala kekurangan dalam diri kita.

Di Masa Adven ini, kita diajak untuk mempunyai sikap kerendahan hati, sadar akan segala kekurangan kita dan dengan iman kita kepada-Nya, percayalah bahwa kita akan disembuhkan dari segala dosa-dosa kita dan kita akan memperoleh kesalamatan yang datang dari Allah. Sikap kerendahan hati dan menyadari kekurangan kita itu, sesungguhnya akan mempersiapkan diri kita sendiri untuk menyambut kedatangan penyelamat Tuhan kita Yesus Kristus lewat kelahiran-Nya di dunia. Oleh karena itu, Yesus sendiri telah mengatakannya bahwa “Aku akan datang menyembuhkannya”.

(Fr. Marsiano Kaunang)

“Yesus berkata kepadanya: Aku akan datang menyembuhkannya” (Mat. 8:7).

Marilah berdoa:

Tuhan, dengan iman kami kepadaMu, datanglah dan sembuhkanlah kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini