Hari Biasa Pekan II Adven (U)
Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14.
Peristiwa yang sulit dilupakan oleh seseorang ialah ketika ia bangkit dari keterpurukannya ataupun sembuh dari penyakit yang dideritanya. Lantas, di mata orang Kristiani, semua terjadi karena berkat dan anugerah Allah atas hidupnya, sehingga ia bisa memperoleh kebahagiaan.
Bacaan Kitab Suci hari ini menampilkan sosok Allah yang datang dan mengangkat semua keterpurukan umat-Nya sehingga umat kesayangan-Nya memperoleh kebahagiaan kekal. Hal ini dilihat dari bacaan pertama, di mana dikisahkan bahwa ada suara yang berseru di padang gurun: luruskanlah jalan bagi Tuhan, setiap lembah ditutup dan yang berbukit harus diratakan. Dengan begitu semua orang mesti naik ke tempat yang tinggi dan nyaringkanlah suara untuk memuji Dia dan berkata: “Lihat, itulah Allah”.
Saudaraku terkasih, Allah yang murah hati dan yang mencari orang yang lemah dan tersesat, nyata dalam Injil hari ini. Perumpamaan tentang domba yang hilang, menegaskan bahwa kegembiraan Allah tak lain ialah mewartakan kabar sukacita kepada mereka yang lemah, dan membawa kembali semua orang yang tersesat kepada-Nya. Dengan demikian, Ia menampilkan diri-Nya sebagai Gembala yang setia dan hadir untuk semua orang, terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahiman-Nya.
Ada banyak peristiwa hidup yang membuat kita bertanya-tanya: di manakah Tuhan? Apalagi di saat kita mengalami musibah, kurangnya iman, banyak berbuat kesalahan, dan sebagainya. Lantas, seiring berjalannya waktu, kita telah jauh dari pada Tuhan dan menjadi domba yang tersesat dalam perjalanan menuju Bapa. Hari ini bacaan Kitab Suci mengajarkan kepada kita untuk tidak merasa minder di hadapan Tuhan.
Lihatlah umat pembuangan. Mereka menjadi orang-orang tawanan namun, iman mereka mendatangkan pengharapan. Firman Tuhan hadir kepada mereka, dan berseru: luruskanlah jalan bagi Tuhan, Dialah Allah kita untuk selama-lamanya. Jadi kita patut untuk menyambut-Nya dengan sorak-sorai, dan mengangkat muka kita di hadapan-Nya dan memberikan diri kita kepada-Nya dengan total, tanpa ada kepalsuan diri. Sehingga daripada-Nya kita bisa selamat dan memperoleh kebahagiaan sejati itu.
Di masa Adven ini, sebagai umat Kristiani, kita diajak untuk kembali kepada-Nya. Seperti domba yang hilang di hadapan-Nya, kita mesti siap apa adanya dan biarkanlah Ia hadir untuk merangkul kita dalam pelukan-Nya. Sehingga daripada-Nya kita tidak akan hilang. Melainkan menjadi murid kesayangan-Nya.
(Fr. Rafael Kelitadan)
“Lihat, itu Tuhan Allah, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa (Yes. 40:10a)”.
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah kami agar tetap setia menyambut-Mu. Amin











