“Berbagi dan Sukacita”: Renungan, Sabtu 21 Desember 2019

0
1864

Hari biasa

Khusus Adven (U)

Kid. 2: 8-14 ; Mzm. 33: 2-3,11-12,20-21; Luk. 1:39-45

Kunjungan Presiden Jokowi ke beberapa daerah dalam rangka Kunjungan Kerja membawa sebuah kebahagiaan kepada masyarakat yang dikunjungi. Apalagi daerah yang dikunjungi adalah daerah yang terkena bencana. Begitu juga dengan seorang artis yang berkunjung atau melakukan prank dalam video yang diunggah di Youtube, pasti menjadi daya tarik dan dikerumuni banyak orang. Kesempatan seseorang berkunjung menjadi pertanda sesuatu bagi orang lain.

Bacaan-bacaan hari ini memberikan kepada kita sebuah gambaran tentang bagaimana sikap orang yang percaya menerima kunjungan dari Tuhan. Ia datang dan orang yang percaya melompat-lompat kegirangan. Mereka sangat bergembira karena Tuhan sudah datang. Apa yang menjadi harapan semua orang kini menjadi kenyataan. Ia menjadi Tuhan yang hidup di antara ciptaanNya. Ia menjadi sama dengan manusia sama seperti ciptaanNya.

Pemazmur berkata, “Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan…, Dialah penolong dan perisai Kita”. Ia yang datang kedunia ini menjadi tanda yang kelihatan dari yang tidak kelihatan. Ia meletakkan sebuah dasar yang membawa Keselamatan. Maka dari itu kita seharusnya berbahagia.

Dalam bacaan Injil kita mendengarkan tentang kegembiraan Elisabet dan bayi dalam kandungannya setelah mendengar ucapan salam dari Maria. Maria berkunjung kepada Elisabet untuk membagikan sukacitanya karena Ia telah mengandung sang Juruselamat. Apa yang dialami oleh Elisabet dapat menjadi bahan refleksi bagi kita, sudahkah kita menerima Yesus dalam diri Kita?

Dunia dewasa ini adalah dunia yang berbeda dengan jaman Yesus. kunjungan Maria kepada Elisabet membutuhkan waktu dan tenaga. Jarak yang cukup jauh tidak membuat semangat Bunda Maria untuk patah semangat hingga tiba di tempat tujuan. Dari sinilah dapat kita lihat semangat Bunda maria dalam menjalani kehidupannya.

Kita yang hidup di zaman modern tak boleh patah semangat. Pada masa kini, banyak sekali orang yang membutuhkan kunjungan dan juga penguatan. Kita perlu membuka mata kita. Kita bagikan semangat menyambut Tuhan dengan saling mengunjungi dan saling berbagi.

Kebaikan akan lebih bermakna karena kita mau berbagi, bukan karena kewajiban dan tuntutan. Semoga dalam masa Adven ini, kita terus membagikan kebaikan agar sukacita kita nantinya akan menjadi lebih besar pada waktunya.

(Fr. Ricardo Woi)

“Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk. 1:45)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami supaya mau berbagi dengan sesama. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini