“Sabda yang Kekal”: Renungan, Jumat 29 November 2019

0
2290

Hari Biasa (H)

Dan. 7:2-14; MT Dan. 3:75, 76, 77, 78, 79, 80, 81; Luk. 21:29-33

Seluruh tema refleksi atas bacaan-bacaan pekan terakhir masa biasa ini berpusat pada datangnya Kerajaan Allah di akhir zaman. Akhir zaman seringkali dipresentasikan sebagai situasi dan kejadian yang sangat mengerikan. Waktu dimana setiap makhluk tak dapat menghindari kebinasaan fisik dan penderitaan.

Akan tetapi dalam bacaan-bacaan yang bertemakan akhir zaman, Tuhan menaruh harapan akan adanya keselamatan bagi setiap mereka yang setia, bertakwa kepada-Nya dan beramal bagi sesama. Keselamatan itu dilukiskan seperti sesudah badai hebat akan datang langit yang cerah, demikian juga di balik kedasyatan tanda-tanda akhir zaman, selalu ada kehidupan yang menanti yakni keselamatan abadi. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu”. Itulah kata yesus yang terungkap dalam bacaan Injil hari ini.

Berteguh dalam harapan, itulah kekuatan batin yang dapat diandalkan untuk menghadapi segala penyelenggaraan dari Tuhan. Tuhan memakai sebuah perumpamaan seperti pohon-pohon yang bertunas yang menandakan bahwa akan tibanya musim panas. Artinya, harapan membuat orang hidup dan bertahan dalam kesulitan.

Harapan membuat orang beriman setia kepada Yesus  dan salib-Nya. menjadi pertanyaan bagi setiap orang beriman, apakah tanda-tanda zaman yang dihadapi sekarang ini  membuat cemas? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, orang beriman diajak untuk menyadari akan kelalaian dan dosa-dosa yang selalu ciptakan dalam kehidupan ini serta menyadari makna iman dan konsekuensi bagi kehidupan manusia, baik pribadi maupun komunitas, membangun daya-daya batin untuk membantu dalam mempertahankan nilai-nilai iman.

Karena dengan iman yang dibaharui, dengan sendirinya akan mencapai dan meggapai kemuliaan dalam Kristus. Karena itu, dalam Injil hari ini, Tuhan memberikan peneguhan dengan berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi pekataan Tuhan tidak akan berlalu dari hidup kita”. Oleh karena itu, tetaplah berpegang teguh pada Tuhan dan lakukanlah segala sesuatu dalam hidup ini yang bernilai di mata Tuhan, agar kehidupan tidak berlalu dari Tuhan sebelum semuannya terjadi.

(Redaksi Lentera Jiwa)

“Langit dan bumi akan belalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”
(Luk. 21:33)

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, bantulah aku untuk menggapai kemuliaan nama-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini