Pw S. Carolus Borromeus, UsK (P)
Rm. 11:29-36; Mzm. 69:30-31,33-34,36-37; Luk. 14:12-14
Setiap manusia merasa senang dan gembira ketika di undang dalam suatu pesta perjamuan. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi, apalagi yang mengundang itu adalah orang terkemuka, orang berpangkat, orang kaya dan orang tepandang. Pasti kita tetap meluangkan waktu untuk pergi ke undangan tersebut, karena kita menghargai undangan yang ada.
Dalam Injil hari ini dikatakan bahwa jika engkau mengadakan perjamuan janganlah engkau mengundang orang kaya, karena mereka dapat membalas apa yang engkau berikan. Namun sebaliknya lebih baik engkau mengundang orang-orang miskin karena mereka tidak dapat membalasnya, maka engkau akan mendapatkan balasannya pada saat kebangkitan orang-orang benar. Bacaan ini mengambarkan kepada kita bahwa Tuhan telah menyediakan jalan yang benar untuk mencapai keselamatan, namun seringkali manusia dibutakan dengan kemegahan duniawi. Karena manusia tidak sadar bahwa semua yang ada di dunia ini adalah kasih karunia Tuhan.
Banyak orang zaman sekarang lupa akan undangan Tuhan, karena manusia cenderung lebih mengutamakan undangan duniawi dibandingkan undangan Tuhan sediri. Hal ini yang membuat manusia jauh dari keselamatan Allah, karena manusia sekarang dapat dikatakan adalah manusia yang super sibuk. Banyaknya kesibukan manusia sehingga sampai melupakan undangan Tuhan. Dengan adanya tawaran duniawi yang sangat menyenangkan menjadikan manusia itu lebih mengutamakan tawaran duniawi dibandingkan dengan tawaran Tuhan. Maka dari itu kita manusia harus sadar bahwa tawaran duniawi tidak menghantar kita pada keselamatan, namun undangan atau tawaran Tuhan dapat membawa kita manusia pada keselamatan yang sesungguhnya. Sehingga hal yang tidak pernah lenyap adalah kasih Allah kepada manusia, karena Allah sangat mencinta manusia. Cinta Allah kepada manusia sudah ditampilkan lewat sengsara wafat dan bahkan kebangkitan-Nya. Hal itu dilakukan Yesus demi keselamatan manusia, maka dari itu kita harus manjadi pengikut yang setia dan rela berkorban.
Jadi kita manusia yang masih berziarah di dunia ini harus dapat meluangkan waktu untuk menghadiri atau memenuhi undangan Tuhan agar kita mendapatkan keselamatan yang sejati. Maka yang menjadi pertanyaan refleksi bagi kita yaitu: “Masih adakah kesempatanmu?”. Bersama pemazmur hari ini kita dapat berseru: “Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku, ya Tuhan”.
(Fr. Sardianus Salambai)
“Sebab engkau akan mendapatkan balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar” (Luk. 14:14b).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bukalah hatiku untuk memenuhi undangan-Mu dan bisa selalu bersama-Mu. Amin











