“Doa Yang Benar”: Renungan, Rabu 9 Oktober 2019

0
3162

Hari biasa (H)

Yun. 4:1-11; Mzm. 86:3-4,5-6,9-10; Luk. 11:1-4

Di zaman milenial ini, banyak orang lebih suka melakukan hal-hal praktis dan cepat. Mereka mulai tidak suka melakukan suatu kegiatan dengan waktu yang lama, sebab mereka akan cepat  merasa bosan atau jenuh. Dalam hal berdoa, kita  juga terkadang merasa jenuh apabila yang kita minta pada Tuhan tak kunjung dikabulkan. Kita akan mengeluh dalam hati dan merasa bahwa waktu kita seperti terbuang percuma, karena apa yang kita lakukan sepertinya tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Dalam Bacaan Pertama, Nabi Yunus mengalami hal serupa dengan apa yang kita alami. Ketika Tuhan hendak memilihnya untuk menjadi seorang utusan, ia merasa takut jangan sampai orang-orang Niniwe tidak mau mendengarkannya. Lalu kemudian ia melarikan diri ke Tarsis. Kendati demikian, Tuhan tetap memilihnya untuk menyerukan pertobatan di Niniwe. Tetapi ketika ia sampai di Niniwe, Tuhan seolah-olah tidak mau mendengarkan permohonannya untuk menyelamatkan orang Niniwe. Maka Nabi Yunus mulai marah dan bahkan ia minta kepada Tuhan untuk mencabut nyawanya saja. Ia merasa Tuhan seperti sudah tidak mau mendengar permohonanya, sehingga ia merasa putus asa dan menyesal telah datang ke Niniwe. Akan tetapi setelah Yunus sadar akan sikapnya yang hanya mementingkan diri sendiri, Tuhan mendengar permohonannya dan menyelamatkan orang-orang Niniwe termasuk anak-anak yang belum tahu apa-apa.

Dalam Bacaan Injil hari ini, para murid meminta Yesus untuk mengajarkan doa seperti yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis kepada murid-muridnya. Maka Yesus mengajarkan doa yang sangat sederhana dan praktis, sehingga ketika kita berdoa tidak perlu bertele-tele karena Tuhan sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. Namun, selain doa yang sederhana dan praktis kita perlu tindakan nyata yang sesuai dengan apa yang menjadi isi permohonan kita, sambil terus bersabar sampai permohonan kita tersebut dikabulkan. Tuhan tidak akan mengabaikan doa-doa kita, tetapi Ia memasang telinga-Nya apabila kita meminta dan melakukannya dengan cara yang benar. 

(Fr. Oswaldus Mbawo)

“Tuhan ajarilah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan oleh Yohanes kepada para muridnya” (Luk. 11:1b)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berdoa dengan baik dan benar. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini