“Sebarkanlah Berkat Pengampunan!”: Renungan, Kamis 12 September 2019

0
2254

Hari Biasa (H)

Kol. 3:12-17; Mzm. 150;1-2,3-4,5-6; Luk. 6:27-38

Abraham Lincoln adalah presiden terbesar sepanjang sejarah kepresidenan di Amerika serikat. Ia menunjukkan sikapnya yang menonjol yakni kemampuan menghadapi orang yang selalu mengkritik dan menghinanya. Suatu kali ada seorang yang bernama Edwin Stanton, seorang rival politik yang terkenal bermulut tajam dan kritikus yang pernah mengkritik dan menghina Lincoln dengan sebutan “Gorila”.

Namun, Lincoln tidak pernah membenci dan memusuhinya. Malahan, Lincoln menunjuk Stanton sebagai sekretaris perangnya tahun 1862. Ketika koleganya mempertanyakan mengapa ia mempromosikan seorang kritikus untuk posisi yang sangat tinggi itu, Lincoln hanya menjawab, “Karena ia adalah orang yang terbaik untuk pekerjaan itu”. Lincoln menunjukkan hatinya yang tidak pernah berniat untuk membalas dendam.

Bacaan Injil hari ini menceritakan pewartaan Yesus tentang kasihilah musuhmu. Yesus berkata: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu”. Perkataan ini dimaksudkan supaya kita saling mengasihi sesama khususnya musuh kita, tanpa menaruh benci kepadanya.

Allah telah mengampuni segala dosa kita, maka hendaklah berkat pengampunan itu kita berikan kepada orang lain yang telah berbuat salah kepada kita. Ditegaskan pula dalam bacaan pertama, “Sabarlah kamu seseorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain. Apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian”.

Kita adalah orang-orang pilihan Allah yang telah dikasihi dan dikuduskan oleh-Nya. Melalui perkataan dan perbuatan hendaklah kita memuji dan melakukan hal yang terbaik bagi mereka yang memusuhi kita. Sebagaimana ditunjukkan dalam sikap Abraham Lincoln dalam kisah di atas.

Di antara kita tentu ada yang memiliki musuh. Mungkin karena sikap, tindakan atau perkataannya yang mengkritik, menghina bahkan menyakiti hati kita sehingga menimbulkan permusuhan. Itu adalah hal biasa yang dapat terjadi.

Namun, akan menjadi luar biasa jika kita memiliki sikap untuk mengampuni musuh kita. Memang faktanya tak mudah untuk melakukan. Tetapi sebagai anak-anak Allah, kita dituntut untuk menyebarkan berkat pengampunan kepada orang lain bahkan musuh kita. Sebagaimana didoakan dalam doa Bapa Kami, “Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Dengan begitu, Allah selalu memerintah dalam hati kita supaya kedamaian selalu dinyatakan dalam hidup keseharian kita.

(Fr. Laurens Renwarin)

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kejayaannya di antara kamu” (Kol. 3:16)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, ajarkan kami untuk saling mengampuni. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini