“Siapkanlah Diri dari Sekarang!”: Renungan, Minggu 11 Agustus 2019

0
2823

Hari Minggu Biasa XIX (H)

Keb. 18:6-9, Mzm. 33:1-12,18-199,20,22; Ibr. 11:1-2, 8-19 (Ibr. 11:1-2, 8-12); Luk. 12:32-48 (Luk. 12:35-40)

Tahun 2018 yang lalu menjadi bagian sejarah yang tidak bisa terlupakan, ketika gempa, tsunami dan liquifaksi melanda Kota Palu dan sekitarnya. Setelah peristiwa tersebut, ada banyak yang mengkritik BMKG perihal tidak adanya peringatan sebelum terjadinya bencana tersebut.

Ada begitu banyak peristiwa dalam hidup yang kemudian kita sesali karena terjadi dengan tiba-tiba. Kita sendiri tidak/belum siap untuk hal-hal tersebut. Ada keluarga yang hancur karena kepala keluarga tiba-tiba di-PHK perusahaan. Ada siswa yang kelabakan ketika ada ujian mendadak. Ada orang yang basah kuyub karena kehujanan sebab tidak menyediakan raincoat/ payung dalam perjalanan, dsb. Semua hal ini menjadi sulit, karena kita tidak siap dengan hal-hal tersebut sementara hal-hal demikian terjadi begitu cepat, tanpa diprediksi sebelumnya.

Injil hari ini berbicara tentang kesiap-kesediaan atau kewaspadaan. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangka-sangka” (Luk. 12:40). Yesus mengingatkan kita semua untuk senantiasa berjaga-jaga dan waspada dalam hidup. Dalam segala hal kita diharapkan untuk mempersiapkan diri dan hidup kita, termasuk kesiapan untuk menghadapi akhir hidup kita.

Salah satu bentuk persiapan dan kewaspadaan yakni dengan mulai mengembangkan dan memperteguh iman kepercayaan kita. Sebagaimana dalam Kitab Ibrani hari ini dikatakan bahwa Abraham yang beriman kepada Allah percaya bahwa Allah akan membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati. Iman inilah yang mesti kita bangun dan pertahankan. Ya, harapan akan kemurahan dan kemahakuasaan Allah. Dengan memupuk iman dan harapan kita sebagai orang kristiani, maka segala sesuatu dalam hidup kita pasti akan lebih bermakna.

Orang yang beriman akan belajar untuk setia pada hal-hal kecil termasuk di dalamnya segala aktivitas, tugas dan tanggung-jawab yang dipercayakan kepada kita. Orang yang beriman, senantiasa waspada dan siap sedia dalam hidup, sebab bagi mereka hidup juga adalah bagian dari pujian dan syukur atas kemahakuasaan Allah sebagaimana yang dikatakan oleh Kitab Kebijaksanaan hari ini. Penyesalan selalu datang di akhir, dan itu tidak akan merubah apa-apa. Bersiaplah dan waspadalah, agar kita tidak menyesal di kemudian hari.

(Fr. Stevanus Micky Kojongian)

“Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang” (Luk; 12:37a).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, semoga dari hari ke hari kami senantiasa berusaha untuk tetap siap sedia menjalankan tugas dan tanggung jawab kami dengan tetap beriman kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini