Hari Biasa Pekan (H)
Ul. 4:32-40; Mzm. 77:12-13, 14-15, 16, 21; Mat. 16:24-28.
Pada dasarnya manusia membutuhkan keselamatan. Dengan kata lain keselamatan merupakan kebutuhan dari setiap manusia. Bacaan hari ini menyampaikan betapa penting mencari keselamatan dengan mengikuti jalan kebenaran dari Kristus sang Juruselamat. Yesus memberi jalan keselamatan dengan mengikuti teladan dari yang difirmankan-Nya. ‘Menyangkal diri’ dan ‘Memikul Salib’ tentu merupakan suatu teladan yang nampaknya rumit bagi manusia. Akan tetapi, keselamatan yang benar mau memberi arti bahwa keselamatan tersebut bukanlah keselamatan yang ditawarkan dari dunia ini akan tetapi berasal dari Yang Ilahi. Untuk itu jalan kebenaran Yang Ilahi dari Kristus merupakan jalan yang rumit secara manusiawi. Jalan kebenaran Kristus mau menghantar manusia pada keselamatan Surgawi.
Manusia yang hidup di dunia cenderung mencari keselamatan duniawi saja. Entah itu disadari maupun tidak. Hal itu dapat terlihat dengan jelas, misalnya ketika manusia menghadapi suatu peristiwa yang akan membuat ia menderita. Manusia spontan akan menghindarkan dirinya dari penderitaan tersebut dan tidak menghadapinya dengan berani. Jika penderitaan sebagai bentuk tanggung jawab saja dihindari bagaimana jika mau menderita sebagai bentuk kasih bagi orang lain.
Saudara-saudariku yang terkasih, kedatangan Kristus di dunia hendaklah membantu manusia agar dapat diselamatkan dan menuju kepada jalan kebenaran Yang Ilahi. Demikian juga Musa yang menuntun bangsa Israel dengan mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan kepadanya. Suatu jalan yang tidaklah mudah namun menuntun manusia kepada keselamatan Yang Ilahi. Musa mengingatkan bangsa Israel akan betapa pentingnya untuk tetap berada pada jalan kebenaran Tuhan dengan mengikuti perintah-Nya.
Pentinglah untuk dimengerti bahwa suatu contoh sederhana yaitu dengan membantu sesama, perlu menjadi suatu perbuatan yang dilandasi kasih, yang diwujudkan oleh ketulusan bahkan hingga menderita. Kristus yang menderita memikul salib hingga wafat di kayu salib. Inilah jalan kebenaran yang perlu kita jalani. Menjadi pengikut Kristus perlu ditunjukkan dengan berani memikul salib kita sendiri. Hendaklah kita terus berjalan dengan memikul salib kita karena demikianlah kita dapat terus dituntun pada jalan kebenaran hingga mencapai keselamatan surgawi.
(Fr. Alex Wullur)
“Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku” (Mat. 16:24b).
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, aku mohon kepada-Mu, tuntunlah aku agar tetap pada jalan kebenaran-Mu. Amin











