Hari biasa (H)
Ul. 10:12-22; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Mat. 17:22-27
Seorang nelayan selalu menyiapkan jaringnya serta peralatan memancingnya sebelum ia pergi melaut. Ia selalu memeriksa sambungan tali pada jaringnya dari satu bagian ke bagian lainnya. Kalau-kalau ada bagian jaring yang putus, pasti bagian lainnya juga tidak akan berguna lagi untuk menjaring ikan.
Bacaan pertama hari ini mengisahkan umat Israel yang diperingatkan supaya tetap taat dan bersyukur atas apa yang telah mereka terima dari Allah. Mereka diminta untuk hidup menurut jalan kebenaran yang Tuhan tunjukkan. Jalan kebenaran mengarah pada keselamatan. Itulah yang dinubuatkan bagi bangsa Israel. Untuk itu bangsa Israel diharapkan hidup dalam terang jalan kebenaran tersebut.
Demikian halnya, Matius dalam injilnya hari ini mengajak kita merenungkan makna keselamatan. Yesus yang adalah penduduk Galilea, tetap membayar pajak. Mengapa Yesus mau membayar pajak Bait Allah?
Ketika diutus oleh Bapa datang ke dunia untuk membawa keselamatan, Yesus melakukan tugas perutusan-Nya dengan segenap hati. Tidak ada orang yang dibiarkan mengarah pada jalan kegelapan.
Kendati demikian karya Yesus di dunia ini tidak pernah merugikan orang lain. Setiap kebaikan yang Yesus lakukan sesungguhnya merupakan bagian dari kebaikan yang ada dalam diri kita. Pribadi manusia yang baik selalu menggambarkan kasih Allah kepada umat-Nya. Andaikata kita berbuat sesuatu yang merugikan orang lain, maka kita membuat mereka semakin jauh dengan keselamatan. Padahal untuk mencapai keselamatan, setiap orang harus memberikan yang terbaik dari dalam dirinya.
Kasih Kristus selalu memberi terang rohani dalam hati kita. Sebagai orang beriman kita harus bisa menjadi pengantara karya Allah di dunia ini. Terlebih pada zaman milenial ini, kita harus bisa menjadi pemimpin yang memiliki integritas bagi diri kita sendiri pun karya kita di dunia ini. bukan merugikan orang lain.
Sebagaimana seorang nelayan mampu melakukan pekerjaannya dengan tekun, sigap, dan sabar. Maka dari hal kecil itu kita bisa beroleh berkat. Lakukanlah apa yang baik yang berguna bagi orang lain tanpa mengorbankan pihak lain. Jadikanlah karya Allah yang tulus sebagai bentuk pemberian diri bagi keselamatan sesama kita di bumi ini.
(Fr. Marcelino Ronaldo)
“… Jangan kita menjadi batu sandungan…” (Mat. 17:27a).
Marilah berdoa:
Tuhan, semoga kebaikan selalu menyertai karyaku di dunia ini, agar aku dapat menjadi pewarta keselamatan bagi sesamaku di dunia. Amin











