“Yesus yang Hadir”: Renungan, Jumat 26 Juli 2019

0
2124

Pw. S. Yoakim dan Anna, orang tua SP Maria (P)

Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17

Hari ini Gereja memperingati orang tua dari Santa Perawan Maria, yakni St. Yoakim dan Sta. Anna. Kehidupan mereka tidak eksplisit dijelaskan dalam Kitab Suci. Akan tetapi mereka adalah tokoh penting dalam sejarah keselamatan manusia.

Hal tersebut nampak dalam beberapa hal, seperti sebuah nama: Yoakim berarti persiapan bagi Juruselamat; sedangkan Anna berarti rahmat. Selain dari sebuah nama, ada fakta lain. Yoakim dan Anna hidup dengan jujur dan benar di jalan Tuhan. Sebagai orang beriman, mereka juga menantikan Sang Juruselamat untuk membebaskan bangsa Israel.

Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang pujian kepada Allah di surga karena kemulian-Nya membawa manusia kepada keselamatan. Dan itu nampak dalam bentuk puitis, untuk menunjuk kepada mereka yang berjasa, yakni nenek moyang, para raja dan nabi dan sebagainya. Bacaan Injil mengisahkan tentang arti yang sesungguhnya dari kedekatan hati manusia dengan Yesus lewat firman-Nya.

Lewat peristiwa ini, umat Kristiani patut bersyukur. Hal tersebut dikarenakan iman dan harapan akan sosok Mesias kini hadir di hadapan mereka. Mesias yang dinantikan, diwartakan akan datang oleh para nabi, kini telah hadir sebagai sejarah keselamatan manusia itu sendiri. Lantas, menurut Sirakh, kita pantas mengenang nenek moyang terdahulu yang menyimpan dan mewariskan iman ini kepada kita.

Senada dengan itu, Injil menegaskan kepada kita untuk melihat dengan kaca mata iman bahwa kini yang dinantikan oleh nenek moyang telah nyata di hadapan manusia lewat sabda dan tindakan Yesus. Karena itu manusia patut bersukacita dan bersyukur. Mengapa? Jawabannya yakni ada begitu banyak nabi dan orang saleh rindu melihat keselamatan yang datang dari pada-Nya, tetapi tidak sempat melihat-Nya. Dengan demikian, kita mesti bersyukur karena Yesus sungguh hadir dalam kehidupan manusia dan membawa keselamatan kepada manusia.

Oleh karena itu, Injil hari ini mengajak kita untuk bermenung tentang sejarah keselamatan. Tanpa leluhur dan nenek moyang yang menyejarah, kita tidak sampai pada tahap sekarang. Maka cara untuk bersyukur ialah bertindak dengan hati yang berbelas kasih, mewartakan kabar gembira bagi banyak orang. Dengan begitu, kita wartakan Yesus yang hadir kepada segala bangsa dengan cara kita masing-masing.

(Fr. Rafael Kelitadan)

“Berbahagialah matamu sebab dapat melihat, dan telingamu sebab dapat mendengar” (Mat. 13:16)

Marilah berdoa:

Tuhan, mampukanlah kami untuk bertindak sesuai dengan sabda-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini