“Wartakanlah dan Serukanlah Nama-Nya” : Renungan, Sabtu 13 Juli 2019

0
2046

Hari biasa (H)

Kej. 49:29-32; 50:15-26a; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33

Ketika manusia yakin terhadap sesuatu, ia akan berjuang mempertahankannya. Kalau seseorang yakin bahwa perbuatannya benar, maka ketika dia dituduh berbuat salah, ia akan berjuang mempertahankannya. Bahkan jika dia berbuat salah dimata orang banyak, namun apabila ia menyakini bahwa perbuatannya benar, ia akan tetap mempertahankannya.

Bacaan-bacaan hari hendak menegaskan bahwa kita harus berani menjadi saksi Kristus. Dalam bacaan pertama, diceritakan tentang kematian Yakub dan Yusuf anaknya. Yakub dan Yusuf adalah orang-orang pilihan Allah yang selalu setia kepada-Nya. Bahwa sampai mati pun, mereka tetap setia kepada Allah dan meneruskan kesaksian akan Allah kepada keturuanan mereka. Kesetiaan dan kesaksian pada Allah ditunjukan dalam hidup dan mati Yakub dan Yusuf.

Hal ini ditegaskan dengan jelas dalam bacaan Injil. Penegasan dalam bacaan Injil berkaitan dengan kesaksian akan Yesus Kristus dalam hidup dan mati. Yesus berkata, “Jangan takut kepada mereka yang membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh  jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang  berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh  di dalam neraka”. Artinya, jangan takut kepada orang yang membunuh tubuh, tapi takutlah kepada Allah yang dapat membinasakan jiwa maupun tubuh manusia.

Allah pemegang hidup dan mati setiap manusia. Maka sudah sepantasnya kita percaya kepada-Nya dan bersaksi tentang Dia, lewat Putera-Nya Yesus Kristus. Kalau kita mampu bersaksi tentang Dia dalam hidup dan mati, kita akan diselamatkan oleh-Nya.

Sebab siapa yang dalam hidupnya mengakui Yesus Kristus dan bersaksi tentang-Nya di depan banyak orang, ia akan diakui oleh Yesus di hadapan Allah Bapa mahakuasa. Sebaliknya, orang tidak mengakui dan tidak berani bersaksi tentang-Nya, ia akan disangkal oleh Yesus di depan Bapanya. Hal ini mau menunjukkan betapa pentingnya kita sebagai orang beriman bersaksi tentang Kristus yakni ajaran-ajaranNya dengan pertama-tama menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari.

Kebenaran yang dilakukan Yesus Kristus, jangan dibiarkan mati dalam hidup kita. Tetapi hidupkan kebenaran-Nya itu, dan wartakan sampai akhir. Perjuangkanlah keyakinan pada Yesus dengan bersaksi atas-Nya supaya hidup kita terjamin dalam kehidupan kekal di surga. Sehingga bersama pemazmur kita dapat berseru, “Bersyukurlah kepada Tuhan serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa”.

(Fr. Phedy Huklubuk)

“Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang;  dan apa yang dibisikan ke telingamu, beritakanlah itu dari  atas atap rumah” (Mat. 10:27)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Allahku, mampukanlah diriku dalam bersaksi tentang Dikau.Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini