“Syarat Menjadi Keluarga Allah”: Renungan, Selasa 23 Juli 2019

0
3856

Hari Biasa (H)

Kel. 14:21-15:1;Mzm. 15:8-9,10,12,17; Mat.12:46-50

Untuk menjadi anggota atau bagian dari sebuah komunitas, organisasi, atau kelompok tertentu, kita pasti dihadapkan dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya saja untuk menjadi seorang pastor, ada begitu banyak persyaratan yang wajib dilalui. Sebagai contoh, salah satu syarat menjadi pastor ialah harus terbebas dan terhindar dari penyakit psikologis homoseksual. Ini syarat yang mutlak bagi seorang calon yang kelak akan menjadi pastor.

Menyinggung soal persyaratan, hari ini kita juga dihadapkan pada persyaratan untuk menjadi bagian dari Keluarga Allah. Untuk menjadi Keluarga Allah, terdapat dua syarat yang harus dipenuhi oleh kita orang Kristen.

Syarat yang paling pertama ialah dibaptis. Lewat pembaptisan, kita semua dipersatukan dengan Allah dan  menjadi anak-anak-Nya. Akan tetapi, pembaptisan saja tidaklah cukup. Masih ada syarat-syarat lain yang harus kita penuhi sebagai orang Kristen.

Syarat yang kedua ialah syarat yang dikatakan oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Syarat itu ialah “melakukan kehendak Bapa-Ku di surga”. Inilah syarat yang paling mutlak dari Yesus bagi kita untuk menjadi bagian dari Keluarga-Nya.

Menariknya bahwa dalam bacaan Injil hari ini, Yesus juga menampilkan seorang yang sudah lebih dulu menjadi bagian dari Keluarga Allah di surga. Seorang itu ialah Bunda Maria, Ibu-Nya. Bunda Maria adalah contoh dan teladan bagi kita dalam melakukan atau melaksanakan kehendak Allah: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (bdk. Luk. 1:38), demikian kata-kata dari Bunda Maria, ibu Yesus.

Menjadi pertanyaan selanjutnya bagi kita ialah, sudahkah kita melakukan kehendak Allah? Sudahkah kita taat pada kehendak-Nya? Ataukah kita malah melakukan kehendak kita sendiri dan taat pada kehendak kita yang terkadang lari jauh dari apa yang Allah kehendaki bagi kita. Ingatlah! Bahwa melakukan kehendak Allah dan taat pula pada kehendak-Nya merupakan syarat bagi kita untuk menjadi bagian dari Keluarga Allah.

(Fr. Devri Maturbongs)         

“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Mat. 12:46-50)

Marilah berdoa:

Ya Yesus, berilah kami kekuatan dan tuntunlah kami dengan Roh Kudus dalam melaksanakan kehendak Bapa di surga. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini