PW S. Ignasius dr Loyola, Im (P)
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46; atau dr RUybs, misalnya Luk. 14:25-33
Saudara-suadariku yang terkasih, kerap kali kita mendengar atau membaca berbagai catatan tentang ada dan tidaknya kehidupan eskatologis atau kehidupan akhirat nanti. Ada pula pelbagai bentuk pencerahan seperti diskusi, perdebatan, pengajaran dan bahkan bantahan tentangnya. Namun orang beriman selalu yakin dan berpegang teguh bahwa Surga adalah keadaan saat akhir dari kehidupan di dunia atau kehidupan setelah kematian nanti.
Hari ini pun, Yesus memberikan pengajaran kepada banyak orang tentang kehidupan kekal sebagaimana kita yakini. Pengajaran Yesus tentang Kerajan Surga dijelaskan dalam bentuk perumpamaan. “Hal Kerajaan Surga seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi…”. “Atau hal kerajaan Surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah”.
Dari perumpamaan ini, nampak dua hal penting tentang Kerajaan Surga yang patut kita kenal. Pertama, Kerajaan Surga itu sungguh ada dan nyata. Kenyataannya bukan di dunia, melainkan nyata setelah kematian nanti. Sebab untuk itulah Yesus diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah di dunia. Kedua, lewat perumpamaan ini, kita mempunyai gambaran tentang bagaimana Kerajaan Surga nanti. Yaitu Surga bagaikan harta yang terpendam di ladang dan bagaikan mutiara yang dicari seorang pedagang. Saat kita mendapatkannya, segala hal ditinggalkan demi menikmati Kerajaan Allah. Sebab di sana, yang ada hanyalah kesempurnaan jiwa dan kebahagiaan kekal seperti harta yang ditemukan orang atau mutiara yang dicari pedagang. Keindahannya dan kesempurnaannya melampaui segala-galanya. Sebab keindahan dan kesempurnaan itu hanya ditemukan dalam diri Allah. Itulah rahasia tentang Kerajaan Surga yang terungkap lewat pengajaran Yesus dalam perumpamaan tadi.
Lalu dengan cara apakah kita boleh mendapat Kerajaan Surga? Hanya dengan cara melepaskan dosa-dosa kita, dan kembali kepada Allah, maka kita akan mendapatkan Kerajaan Surga sebagaimana diajarkan oleh Yesus. St. Ignasius dari Loyola telah melakukannya. Ia menemukan Kerajaan Surga melalui cara hidupnya yang baru. Yakni ia kembai kepada Allah dan melepaskan segala dosanya dengan cara tekun berdoa, dan memohon ampun atas semua dosanya, serta memberikan segala miliknya kepada orang miskin. Bahkan sampai mati, seluruh hidupnya diabdikan bagi Tuhan. Semoga kita pun demikian. Baik hari ini, besok dan selamanya.
(Fr. Joseph Oholedjaan)
“Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah” (Mat. 13:45b)
Marilah berdoa:
Tuhan, semoga kelak kami menikmati keabadian dalam Kerajaan-Mu. Amin











