Hari Minggu Biasa XIV (H)
Yes. 66:10 – 14c; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20; Gal. 6:14-18; Luk. 10:1-12,17-20
Yesus mengutus 70 orang murid-Nya. Apa yang menjadi misi mereka? Misi mereka adalah untuk menyampaikan damai sejahtera (Luk. 10:5) dan memaklumkan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat (Luk. 10:9). Dalam menjalankan misinya, para murid diberi kuasa oleh Yesus, sehingga mereka dapat mengalahkan kejahatan dan tidak ada yang membahayakan mereka. Misi mereka membawa hasil yang memuaskan, sehingga Yesus sendiri pun berkata, “Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit”.
Keberhasilan dalam karya misi menjadikan para murid bergembira. Tetapi Yesus kembali mengingatkan mereka, “Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga” (Luk. 10:20). Nama mereka tercatat di surga karena melalui kesaksian mereka, banyak orang mengalami damai, yang datangnya dari Allah sendiri dan orang mengetahui bahwa kerajaan Allah sudah dekat. Melalui kesaksian mereka, banyak orang merasakan dan mengalami secara langsung bahwa Allah hadir, menyembuhkan dan memberikan damai sejahtera.
Seperti 70 murid, saat ini kita pun diutus untuk menjadi utusan pembawa damai. Rahmat tersebut diperoleh melalui sakramen permandian dan krisma, yang menjadikan kita ikut ambil bagian dalam tugas Kristus untuk mewartakan kerajaan Allah. Setiap orang Kristen dituntut untuk siap menjadi utusan yang mewartakan damai sejahtera kepada siapa saja.
Damai sejahtera tersebut dapat diwartakan bila sebagai murid Kristus, kita terlebih dahulu mengalami dan merasakannya. Rasul Paulus menegaskan soal ini bahwa bila kita telah menjadi milik Allah, maka turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat (Gal. 6:16). Dan baptisan yang kita terima, telah menjadikan kita sebagai milik Allah.
Bahkan dalam bait pengantar Injil diserukan, “Hendaklah damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, dan perkataan Kristus diam diantara kamu dengan segala kekayaannya”. Inilah yang diharapkan dalam diri setiap pengikut Kristus sebelum diutus membawa damai kepada setiap orang yang dijumpai.
Banyak kesulitan dan tantangan yang akan dihadapi sebagai pewarta dalam menyatakan dan mewartakan bahwa Kerajaan Allah itu sudah dekat. Yesus telah mengingatkan itu: “Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala”. Tapi tidak usah takut dan cemas, sebab tangan Tuhan akan nyata kepada hamba-hamba-Nya (Yes. 66:14c). Dan kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus akan menyertai rohmu (Gal. 6:18). Sehingga pada akhirnya, kita pun dapat bersukacita karena nama kita terdaftar di surga.
(P. Jifon Motikas, Pr.)
“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Luk. 10:2a.
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, jadikanlah aku utusan-Mu yang siap dan rela mewartakan damai sejahtera-Mu. Amin











