Peringatan wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, UskPujG
Kel. 40:16-21,34-38; atau Rm 8:1-4, Mzm. 84:3,4,5-6a,8a,11; Mat. 13:47-53
Hidup kekal menjadi tujuan semua orang beriman. Hidup kekal adalah hidup penuh sukacita dan kebahagiaan bersama Bapa di surga. Itulah hidup yang penuh kasih, saat di mana iman dan harapan mendapat kepenuhannya. Hidup kekal dianugerahkan kepada kita berkat Paskah Kristus. Kebangkitan-Nya membawa manusia berjalan dalam cahaya pengharapan akan anugerah ilahi ini. Saat ini kita semua sementara berjalan dalam peziarahan iman menuju ke sana. Ada kesadaran bahwa peziarahan ini bukanlah hal yang mudah. Ini adalah perjalanan yang penuh tantangan dan cobaan. Tetapi mereka yang setia akan menerima ganjaran kehidupan kekal.
Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa akhir zaman adalah saat di mana kita ditentukan untuk ambil bagian dalam kehidupan kekal atau tidak. Akhir zaman diumpamakan sebagai pukat yang dilemparkan ke laut untuk menjaring ikan-ikan dan kemudian memisahkan mana ikan yang baik dan ikan yang tidak baik. Hal ini mau mengatakan kepada kita bahwa usaha untuk memperoleh kehidupan kekal dimulai sejak saat ini. Hidup kita di dunia tidak lain adalah kesempatan untuk terus memperbaiki diri menuju kekudusan. Inilah panggilan hidup manusia yakni untuk menjadi kudus sebagaimana Bapa adalah kudus. Terus menerus membuka hati terhadap belas kasih Allah dan hidup dalam semangat pertobatan adalah cara yang paling tepat untuk mencapai kekudusan dan memperoleh hidup yang kekal.
Hari ini Gereja merayakan peringatan Santo Alfonsus Maria de Liguori. Ia adalah seorang uskup dan pujangga Gereja. Ia membaktikan hidupnya dalam usaha untuk mencapai kekudusan sehingga ia pada akhirnya dianugerahkan kehidupan kekal. Ia memaknai seluruh hidupnya untuk kemuliaan Allah. Sebagai seorang uskup, tiada henti-hentinya ia menjaga ortodoksi iman Gereja. Tulisan-tulisannya berisikan kebenaran iman. Maka diangkat menjadi seorang pujangga Gereja. Dalam keyakinan iman kita berdoa bersama St. Alfonsus agar kita juga sebagai umat Allah boleh senantiasa hidup demi kemuliaan Allah. Hidup kekal di mulai saat ini dan di tempat ini. Sudahkah kita mengusahakannya?
(Fr. Reynaldo Tirayoh)
“Kerajaan Allah ibarat pukat yang dilemparkan ke laut” (Mat. 13:47).
Marilah Berdoa:
Ya Bapa, tuntunlah kami semua dengan Roh Kudus-Mu dalam usaha kami memperoleh hidup yang kekal. Amin











