”Bersyukur Karena Dipanggil”: Renungan, Rabu 17 Juli 2019

0
3808

Hari biasa (H)

Kel. 3:1-6,9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7; Mat. 11:25-27

Panggilan merupakan sebuah misteri. Sehingga terkadang kita tidak menanggapi dengan serius akan panggilan Allah itu. Kita sering merasa tidak layak dan pantas oleh karena itu kita jarang mensyukuri atas apa yang sudah diberikan kepada kita.

Bacaan hari ini mengajarkan kita beberapa hal: pertama, sebagai orang yang beriman kita harus siap menanggapi panggilan Tuhan. Menjawab panggilan Tuhan memang sering diawali dengan pergumulan. Kita sering merasa tidak layak dan pantas untuk melayani Tuhan dan berpikir bahwa kita ini orang berdosa.

Melalui bacaan pertama, kita dapat belajar dari Musa. Dia menanggapi panggilan Allah pada saat dia menjadi gembala domba. Awalnya Musa merasa tidak layak dan pantas untuk membawa keluar bangsa Israel dari Mesir. Dia mengatakan, “Siapakah aku ini dan menghadap Firaun untuk membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir?”.

Namun karena iman dan kepercayaannya kepada Tuhan, Tuhan menyertainya dan membawa keluar bangsa Israel dari Mesir. Kita dapat belajar dari Musa, di mana kita harus berani  menanggapi panggilan Tuhan.

Kita juga harus percaya bahwa Tuhan selalu memberikan kekuatan dan menuntun kita dalam menjalani tugas dan tanggung-jawab. Untuk itu, yang Tuhan inginkan dari kita yaitu kesiap-sediaan dan kesetiaan atas pekerjaan yang diberikan-Nya kepada kita.

Kedua, bersyukur. Melalui bacaan Injil, Yesus mengajak kita untuk selalu berdoa dan mengucap syukur atas panggilan Allah itu sendiri. Dalam doa-Nya Yesus berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Ungkapan syukur Yesus ini mau mengajarkan kepada kita, bahwa sebagai orang kecil kita harus selalu bersyukur atas rahmat dan berkat yang selalu Allah berikan. Terlebih khusus atas panggilan Allah itu baik sebagai kepala rumah tangga, ibu rumah tangga, ASN, dll.

Kita juga diajak untuk selalu siap menanggapi panggilan Allah dan selalu bersyukur atas rahmat Allah itu. Juga menjalani panggilan Allah dengan kerelaan dan kesetiaan karena dengan itu kita dapat bersatu dan berbahagia dengan Dia yang telah memanggil kita.

(Fr. Rafael Montung)

“Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Mat. 11:26).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku agar aku tetap setia dalam menjalani panggilan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini