Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus
Yeh. 34: 11-16; Mzm. 23:1-3a, 3b,4,5,6 ; Rm. 5:3-7; Luk. 15: 3-7
Apa yang pertama kita pikirkan ketika mendengar kata gembala? Kata gembala dapat kita temukan dalam nyanyian anak-anak “Aku Anak Gembala”. Istilah modern yang kita kenal adalah peternak. Contoh lainnya adalah kisah yang dijadikan film kartun untuk anak- anak dengan Judul “Shaun the Sheep”, yang menceritakan seekor domba yang tinggal di sebuah peternakan bersama dengan domba-domba yang lain dan hewan ternak lainnya. Menjadi peternak adalah sama juga menjadi seorang gembala. Menjadi peternak hewan ( ayam,bebek, sapi, dll) merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan agar hasil panen hewan dapat memuaskan. Sama seperti menjadi gembala (pada zaman Yesus Gembala domba), membutuhkan keseriusan dan tanggungjawab yang tinggi.
Pada hari ini kita mendapatkan peneguhan. Yesus sebagai Gembala Agung menyatakan kepada kita, sifat dari hati-Nya Yang Maha Kudus. Hati Yesus Yang Maha kudus, yang mengobarkan cinta-Nya bagi kawanan domba-Nya. Sama seperti peternak yang menjaga hewan ternaknya, gembala menjaga kawanan dombanya, mereka tidak pernah lelah hingga hasilnya diterima.
Yesus malahan lebih dari gembala-gembala. Seperti pemazmur katakan: “Ia menuntunku ke air yang tenang, ia menyegarkan jiwaku; takkan kekurangan aku.” Yesus memberikan nyawa dan hidup-Nya bagi kawanan domba-domba-Nya. Ia tidak membiarkan kita kawanan-Nya lari dan menghilang. Yesus mendambakan setiap orang yang percaya untuk selalu percaya pada-Nya. Untuk para pendosa , yang sering lari dari kasih Tuhan, tidak usah takut dan malu. Tuhan tetap menyediakan tempat yang layak bagi pendosa yang mau bertobat dan kembali kepada Tuhan.
Kita diingatkan akan kebaikan Tuhan yang selalu kita terima setiap hari. kebaikan Tuhan yang kita dapatkan setiap hari adalah awal dari pengharapan kepada Tuhan tentang kehidupan kekal di surga, tempat semua orang berkumpul dalam suasana perjamuan kudus. Tugas kita hanya sederhana, yaitu menjadi domba yang baik, yang tahu arah dan mengikuti petunjuk dari gembala.
Marilah, mulai hari ini, kita mengikuti Tuhan yang selalu menuntun kita ke arah jalan yang benar. Jangan lagi kita mencari tempat lain, karena tempat yang disediakan oleh Tuhan, tidak akan pernah habis dan tidak akan pernah penuh dengan kawanan domba yang datang.
(Fr. Ricardo Woi)
“Tuhan adalah Gembalaku, Takkan kekurangan Aku”(Mzm. 23:1).
Marilah berdoa:
Ya Allah, tuntunlah kami dengan hati-Mu Yang Maha Kudus, agar selalu berada di jalan yang benar. Amin











