“Nil Nisi Christum”: Renungan, Sabtu 22 Juni 2019

0
2487

Hari Biasa (H)

2 Kor. 12:1-10; Mzm. 34:8-9,10-11,12-13; Mat. 6:24-34

Tiga dasar kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan. Ketiga hal ini tidak bisa terlepas dari hidup manusia. Hal ini menjadi titik sentral untuk manusia dapat hidup dan berkembang. Karena itu, manusia selalu merasa cemas dan kuatir jika salah satu dari ketiga hal ini tidak dapat dipenuhi. Manusia selalu dihantui oleh rasa kecemasan dan kekuatiran yang berlebihan sehingga manusia hanya mementingkan kebutuhan jasmani dan lupa akan kebutuhan rohaninya. Dari sini, dapat dilihat bahwa manusia hanya mementingkan hal-hal duniawi.

Oleh karena itu, bacaan Injil hari ini memberikan sebuah teguran yang menghibur dari Yesus. Yesus mengajak kita untuk melihat situasi diri kita. Ia mengajak kita untuk melepaskan diri dari segala kecemasan dan kekuatiran yang selalu menghantui hidup kita. Sebab, Allah sudah mengetahui segala kecemasan dan kekuatiran yang kita alami. Dialah yang menentukan jalan hidup kita. Karena itu, Yesus berkata: “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”. Artinya Yesus berpesan agar kita jangan hanya mementingkan kebutuhan jasmani, tetapi juga pentingkanlah kebutuhan rohani.

Kebutuhan rohani lahir dari nilai-nilai rohani yang akan menguduskan hidup jasmani kita. Karena itu, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Bagaimana caranya? Kita harus saling memberi, mengasihi, saling menolong, memaafkan sesama kita dan belajar untuk terus bersyukur. Dalam pencarian Kerajaan Allah itu, kita harus rendah hati, lemah lembut, jangan sombong dan sebagainya. Dengan sikap seperti itu, maka Allah takkan meninggalkan kita. Melainkan Dia selalu memperhatikan kita dengan kasih-Nya yang tak terbatas. Allah sudah mengetahui apa yang kita perlukan.

Saudara-saudara yang terkasih, kita diciptakan serupa dengan gambar Allah dan memiliki martabat yang luhur sebagai manusia. Karena itu, kita jangan kuatir dan cemas akan hidup kita karena Allah tak akan membiarkan kita berjalan sendiri. Dia pasti akan menuntun kita sampai kepada hidup yang kekal. Syarat untuk memperolehnya yaitu kita harus tetap mengabdi kepada Allah.

(Fr. Mesak Wermasubun)

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

Marilah berdoa:

Ya Allah, kuatkanlah kami agar kami dapat mengatasi segala kekuatiran. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini