“Mengikuti Yesus”: Renungan, Senin 1 Juli 2019

0
8473

Hari biasa (H)

Kej. 18:16-33; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11; Mat. 8:18-22

Mengikuti Yesus berarti siap untuk menderita bersama Yesus, dan percaya pada sabda-Nya dan melakukan apa yang sudah dikehendaki-Nya. Menjadi pengikut Yesus juga siap untuk melepaskan hal-hal duniawi dari kehidupan sehari-hari.

Bacaan Injil hari ini mengajarkan kepada kita, hal mengikut Yesus. Ahli Taurat berkata, Guru aku akan mengikuti Engkau ke mana saja Engkau pergi.  Dalam hal ini, bisa dilihat bahwa Ahli Taurat ini ingin mengikuti Yesus. Tetapi Yesus mengatakan: Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Terlihat di sana bahwa, Ahli Taurat ingin mengikuti Yesus karena berharap melihat apa yang dikerjakan oleh Yesus, seperti teks-teks sebelumya antara lain membuat mukjizat. Jawaban Yesus hendak mengisyaratkan bahwa, menjadi seorang murid yang sungguh-sungguh, berarti tidak ada tempat lain untuk meletakkan kepalanya selain Yesus sendiri. Dalam konteks ini kalau mengikuti Yesus, dibutuhkan komitmen dan kesetiaan. Sebab, melayani Tuhan merupakan suatu panggilan yang luhur yang berasal dari-Nya.

Seorang lain yang berkata kepada Yesus: Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku. Tetapi Yesus berkata kepadanya: Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka. Dalam tradisi waktu itu, seorang anak harus menguburkan ayahnya dan tidak pergi jauh sebelum ayahnya meninggal.

Orang yang kedua ini hendak mengikuti Yesus. Tetapi, masih terikat dengan hal-hal duniawi. Menjadi pengikut Kristus, kita harus berani meninggalkan seluruh hal duniawi bahkan berusaha untuk tidak terikat dengan keluarga. Mengikuti Yesus membutuhkan kesiapan hati, budi dan segenap diri kita. Jika kita memang benar-benar siap, tugas pewartaan kerajaan Allah yang diembankan kepada kita, dapat dilaksanakan dengan baik.

Penegasan Yesus pastilah ada rahasia yang tidak bisa dimengerti oleh manusia. Untuk itu, mengikuti Yesus kadangkala berhadapan dengan rahasia Allah sendiri yang melatih iman kita untuk bisa mengikuti jalan kebenaran Allah melalui Yesus Kristus. Dalam kehidupan ini, kita semua adalah murid Yesus. Namun menjadi murid Yesus tidak hanya sekadar menyebut, saya orang Katolik, tetapi harus mampu mengamalkan ajaran-ajaran Yesus dalam hidup sehari-hari.

(Fr. Frantosius Kadoang)

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka” (Mat. 8:22).

Marilah Berdoa:

Tuhan, semoga aku mampu mengikuti Engkau dengan setia. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini