“Kesetiaan”: Renungan, Sabtu 29 Juni 2019

0
2416

HARI RAYA S. PETRUS dan S. PAULUS, RAS (M)

Kis.12:1-11; Mzm.34:2-3,4-5,6-7,8-9;2Tim.4:6-8,17-18; Mat.16:13-19 Gal. 1:15-2:10

Menjadi pengikut Kristus adalah berkat serentak juga membawa konsekuensi yang besar. Bacaan-bacaan hari ini mau mengingatkan kepada kita bagaimana menjadi pengikut Kristus yang setia. Dalam bacaan pertama dikisahkan mengenai situasi yang sulit di Yerusalem pun penderitaan dan penganiayaan terhadap para rasul. Namun apa yang terjadi, mereka tetap tegar dan setia kepada Yesus. Walupun konsekuensinya mereka di tangkap, dianiaya bahkan mengalami kematian. Tetapi justu yang ditunjukkan adalah suatu sikap akan iman kepada Kristus yang sungguh besar.

Iman yang ada ini juga ditunjukkan oleh Petrus, dalam Bacaan Injil. Petrus adalah orang pertama yang mengatakan imannya kepada Kristus “Engkau adalah Mesias. Anak Allah yang hidup”. Pengakuannya ini serentak membawa konsekuensi yang besar bagi masa depannya. Dengan pengakuannya ini, ia pun mendapat respon dari Yesus: “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Kudirikan Gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga”. Dengan demikian Petrus pun mendapat tanggung jawab dari Yesus dalam hal menjadi pemimpin Gereja. Kita bisa lihat bahwa Petrus pun pernah mengalami masa-masa sulit dan bahkan mengkhianati Yesus. Namun Yesus tetap setia kepadanya dan berkata: “Ikutlah Aku”.

Adapun di sisi lain Paulus dahulunya dikenal sebagai Saulus yang kejam dan banyak membunuh para pengikut Kristus. Namun dalam pengalaman perjalanan ke Damsyik, Yesus mengubah seluruh hidupnya. Ia melihat terang yang adalah Kristus sendiri. Pada saat itu, ia bertobat dan menjadi murid Kristus yang setia bahkan menjadi pewarta dalam mewartakan kabar gembira, yakni menjelaskan iman Kristiani kepada seluruh bangsa. Sungguh pengalaman iman yang luar bisa yang ia tunjukkan.

Hari ini kita rayakan Hari Raya St. Petrus dan Paulus. Jika kita tengok ke belakang terutama dalam sejarah keselamatan, mereka berdua merupakan tokoh yang besar dalam karya pewartaan Injil. Karya dan hidup yang mereka tampilkan sungguh luar biasa. Apa yang bisa kita pelajari dari mereka? Satu hal, yaitu mereka selalu mengandalkan Kristus dalam kehidupan mereka. Itulah karakter murid Kristus yang setia.

(Fr. Bobby Balia)

 “Engkau adalah Mesias. Anak Allah yang hidup” (Mat. 16:16).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami pribadi yang selalu setia kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini