Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus (P)
Kej. 14:18-20; Mzm. 110:1,2,3,4; 1Kor. 11:23-26; Luk. 9:11b-17
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Momen istimewa untuk menerima komuni pertama atau lazim disebut “sambut baru”. Anak-anak disiapkan untuk penerimaan Sakramen Ekaristi ini selama beberapa bulan dengan intensitas pertemuan yang cukup banyak. Konsekwensi tidak diikutsertakan jika beberapa kali tidak hadir. Termasuk juga hampir menjadi syarat utama bahwa orang tua harus mengaku dosa sebelum pelaksanaan komuni pertama ini. Begitu penting dan mendasarnya Sakramen Ekaristi, karena itu anak-anak dan orang tua disiapkan dengan baik dan matang untuk komuni pertama ini.
Penting dan sangat bermanfaat persiapan ini karena mereka sesungguhnya akan menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Sebelum mereka menyambut-Nya, hati mereka harus suci, murni dan tak bercela. Agar Tubuh Kristus yang mereka santap berdiam dalam diri dan agar dengan menerima komuni, mereka disatukan dengan Kristus sehingga berbuah dalam kehidupan mereka bersama dengan yang lain.
Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus memberi makanan kepada lima ribu orang. Yesus menerima mereka dan mengajarkan mereka tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan beberapa orang yang sakit yang ada di antara mereka. Pengajaran yang penuh kuasa dan hikmat serta penyembuhan yang mereka alami dan saksikan sendiri membuat mereka bertahan sampai malam bersama dengan Yesus. Secara fisik mereka merasa lelah, haus dan lapar. Karena itu, Yesus menyuruh para murid-Nya untuk memberi mereka makan.
Tetapi yang ada di antara mereka hanyalah dua ikan dan lima roti. Yesus menunjukkan “perbuatan kasih” yang luar biasa. Dia memperbanyak roti dan dua ikan, alhasil mereka semua bisa makan sampai kenyang, bahkan masih ada banyak yang tersisa. Kehadiran Yesus sungguh-sungguh membawa sukacita dan kegembiraan; pewartaan-Nya yang menyukakan hati mereka, penyembuhan yang membuat mereka bersukacita, kekenyangan karena makan roti dan ikan membuat hati bergirang dan fisik menjadi segar kembali. Itulah juga yang sebenarnya kita rasakan ketika menerima HOSTI pada hari minggu.
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini mengingatkan kita lagi akan “Komuni pertama” yang kita telah terima. Kita ingat persiapan yang kita buat untuk komuni pertama itu, kita ingat juga pertama kali kita menerima “Tubuh dan Darah Kristus”. Kita bergembira, tetapi juga mengajak kita terus menyadari “keajaiban” dalam hidup kita, karena setiap hari atau setiap hari minggu kita menerima Tubuh dan Darah Kristus.
(Pst. Melky Malingkas, Pr)
“Yang ada pada kami hanyalah lima roti dan dua ikan” (Luk. 9:13b).
Marilah berdoa:
Allah Bapa, kami bersyukur atas Tubuh dan Darah Kristus yang kami terima setiap saat yang meneguhkan, menguatkan dan membuat kami sungguh terberkati dan berbahagia. Amin











