Pw S. Aloisius Gonzaga, Biarw (P)
2 Kor. 11:18,21b-30; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7; Mat. 6:19-23
Dalam hidup sehari-hari, seringkali harta dan kekayaan membuat seseorang merasa gengsi. Ketika memiliki harta dan kekayaan yang banyak, maka kebahagiaan diperoleh dan ada suasana kegembiraan yang terungkap. Tetapi, ketika harta dan kekayaan itu tidak menghampiri sama sekali, maka impian kebahagiaan menjadi kabur dan orang kehilangan arah. Harta dan kekayaan juga membuat relasi menjadi akrab atau tidak.
Hari ini lewat penginjil Matius, Yesus mengajarkan kita untuk menggunakan harta dan kekayaan sebaik dan seefektif mungkin. Dengan mengumpulkan harta dan kekayaan, kita diajarkan untuk mengolahnya melalui hati. Yesus bersabda, “Karena di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada”. Maka, apa yang kita peroleh adalah sarana untuk tujuan kebahagiaan. Sebab, hati kita menjadi pusat untuk menentukan apa yang harus kita lakukan dengan mengambil jalan pintas atau sesuai dengan jalan benar. Kita ditantang untuk menggunakan hati dalam mengolah harta itu dengan baik dan benar.
Hati sebagai pusat untuk mengolah harta menjadi penentu juga bagi mata. Apabila mata baik maka, seluruh tubuh pun baik dan jalan untuk mencapai kebahagiaan seluruhnya terang. Tetapi, apabila mata jahat maka, jalan kebinasaan datang dengan sendirinya. Maka, dibutuhkan kemurnian hati. Hal ini dikarenakan supaya kita juga memiliki hati yang selalu menjadi penerang bagi mata dalam melihat kebaikan hidup kita yang perlu dipertahankan.
Harta dan hati sebagai kelayakan dalam memperoleh tempat di dalam Kerajaan Surga kelak. Secara nyata telah ditunjukkan oleh St. Aloisius Gonzaga yang hari ini kita peringati. Dengan kemurnian hatinya, segala kekayaan duniawi yang dimiliki dalam keluarganya ditinggalkan demi kekayaan surgawi lewat cara hidupnya. Ia menjadi model orang kudus bagi anak-anak muda di Oratorium. Ia yakin bahwa dengan hatinya yang tulus harta surgawi telah dikumpulkannya saat ini. Oleh karena itu, kita semua diajak untuk menggunakan harta dengan benar sehingga bukan menimbun harta untuk diri sendiri. Tetapi, dengan hati yang tulus kita dapat berbagi kepada sesama.
(Fr. Petrus Fransiskus Kowarin)
“Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada” (Mat. 6:21).
Marilah berdoa:
Tuhan, ajarilah kami untuk menggunakan harta dengan hati yang tulus. Amin











