“Teladan Sang Gembala”: Renungan, Minggu 12 Mei 2019

0
2362

Hari Minggu Paskah IV (P) – Minggu Panggilan Sedunia ke-56

Kis. 13:14,43-52; Mzm. 100:2,3,5; Why. 7:9,14b-17; Yoh. 10:27-30

Hari ini Gereja Universal merayakan Hari Minggu Panggilan sedunia ke-56. Secara istimewa Gereja mengajak setiap umat beriman untuk mendoakan bertumbuhnya panggilan untuk pekerja di ladang Tuhan. Panggilan dan perutusan tersebut menjadi sebuah misi untuk memperkenalkan Yesus sebagai Gembala Agung kepada umat manusia. Hal ini bertujuan agar banyak kaum muda tergerak hatinya untuk melayani Tuhan dengan menjadi gembala yang membaktikan diri bagi Gereja.

Bacaan pertama mengisahkan Paulus dan Barnabas yang dipanggil untuk membawa semua bangsa kepada Allah. Mereka menjadi gembala yang menerangi bangsa-bangsa untuk mengenal Yesus, melalui pewartaaan kabar gembira.

Yesus, dalam Injil hari ini menyebut diri-Nya sebagai Gembala. Ia adalah Gembala yang mengenal domba-domba-Nya dengan nama mereka dan mereka mengenal suara-Nya. Pengenalan ini menegaskan bahwa Yesus adalah seorang Gembala yang akrab dengan kawanan-Nya. Yesus menunjukkan bahwa Gembala yang baik tidak hanya sekedar mengenal kawanan-Nya saja. Tetapi Gembala yang baik adalah Gembala yang menyerahkan nyawa untuk domba-dombaNya, dengan senantiasa menjaga serta melindungi mereka.

Sebagaimana Yesus yang dekat dengan kawanannya; begitu juga para pekerja di ladang Tuhan dipanggil untuk selalu dekat dengan saudara dan saudarinya. Seorang pekerja di ladang Tuhan, dia adalah gembala dan serentak juga menjadi seorang pemimpin. Seperti Yesus yang adalah pemimpin bagi para Rasul, yang ikut melibatkan diri secara sungguh-sungguh dengan mereka yang dipimpin-Nya. Yesus senantiasa mengupayakan semangat persatuan dalam kawanan-Nya, seperti Yesus dan Bapa adalah satu.

Dalam kehidupan sekarang ini, kita dipanggil serta diutus untuk menjadi pemimpin yang memiliki semangat pelayanan. Menjadi pemimpin dengan semangat pelayanan yang tulus berarti dipanggil untuk mewujudkan pastoral cinta kasih yakni dengan hadir, menyapa, dan senantiasa mengusahakan persatuan dalam komunitasnya.

Panggilan kita sekarang ini adalah dengan sungguh-sungguh membawa dan memperkenalkan Yesus kepada sesama. Membawa Yesus bagi sesama berarti memberi terang bagi mereka dengan kabar baik. Kabar baik itu, dinyatakan lewat perbuatan dan kata-kata yang tulus dan penuh keteladanan. Dengan perbuatan yang baik dan tulus itu banyak kaum muda akan terpikat untuk mengikuti Yesus dan menjadi gembala-Nya di masa kini.

(Fr. Jufry Dotulong)

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yoh. 10:27)

Marilah berdoa:

Ya Yesus, semoga aku makin mengikuti-Mu dalam kata-kata dan tindakanku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini