“Pintu yang Benar”: Renungan, Senin 13 Mei 2019

0
2433

Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3;4; Yoh. 10:1-10

Semua manusia pasti ingin merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun ada juga sebagian besar orang yang mencari kebahagiaan tersebut dengan cara yang salah, agar kebahagiaan tersebut dapat dirasakan dengan cepat. Misalnya, untuk menjadi sarjana diperlukan proses belajar yang cukup lama agar dapat melahirkan orang-orang yang berkualitas dalam bidangnya. Namun sekarang sebagian besar orang mencari jalan pintas agar supaya proses itu menjadi cepat dan dapat membahagiakan dirinya dan orang lain. Padahal jalan yang dilewati itu tidak tepat.

Yesus, dalam Injil hari ini, menegaskan bahwa diri-Nya adalah pintu satu-satunya untuk sampai pada keselamatan, “Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput”. Perkataan Yesus ini ingin mempertobatkan orang-orang yang suka mengambil jalan pintas yang tidak benar untuk mencapai kebahagiaan.

“Aku berkata kepadamu sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan perampok”. Yesus berkata demikian agar semua orang yang ingin selamat dan memperoleh hidup yang kekal, harus melalui Dia karena dalam Dialah ada kepenuhan hidup dan keselamatan.

Tetapi orang-orang yang ingin mencapai keselamatan namun tidak melalui Dia akan binasa hidupya dan dianggap seperti pencuri yang masuk secara diam-diam dan mengambil apa yang bukan menjadi kepunyaannya.

Kehidupan kita sering diwarnai dengan berbagai peristiwa seperti yang diceritakan dalam Injil hari ini. Sering kali kita ingin sekali merasakan kebahagiaan dengan cepat, sehingga kita mengambil jalan pintas yang terkadang akan membuat kita rugi nantinya.

Sebagai manusia yang percaya kepada Tuhan, melalui bacaan-bacaan hari ini kita diajak agar jika kita ingin bahagia, marilah kita melaui jalan yang benar. Walaupun lama tetapi hasilnya juga akan membuat diri kita dan orang lain bahagia.

Sama seperti Yesus yang ingin supaya kita semua selamat, maka kita harus masuk melalui Dia, karena Dialah satu-satunya pintu yang benar, agar kita semua bisa sampai kepada kebahagiaan terbesar ktia, yaitu hidup bersama Dia dalam Kerajaan Surga.

(Fr. Bosco Pontoh)

“Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput” (Yoh. 10:9)

Marilah berdoa:

Ya Allah, berilah kami kebijaksanaan-Mu agar kami dapat memperoleh kebahagiaan dengan mengikuti jalan yang benar. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini