“Sabda-Nya Menyelamatkan”: Renungan, Kamis 11 April 2019

0
2142

Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U)

Kej 17:3-9; Mzm 105:4-5, 6-7, 8-9; Yoh 8: 51-59.

Hidup dihayati sebagai pemberian Allah. Maka, kehidupan kekal adalah dambaan setiap manusia. Allah menganugerahkan hidup kepada manusia, supaya manusia mengarahkan diri kepada-Nya. Kematian memang ada dalam hidup manusia tetapi, bukan yang terpenting. Manusia diharapkan mampu menyadari tujuan hidupnya yang sejati. Arti hidup manusia ditentukan di dunia ini. Memaknai hidup merupakan hal yang utama sepanjang pengembaraan hidup manusia.

Dalam bacaan pertama, Abraham dituntut untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Relasi dan kehidupan baru yang dialami oleh Abraham, dijamin dalam perjanjian yang diadakan antara Allah dan Abraham. Karena ketaatan kepada Allah, ia menjadi bapa banyak bangsa Perjanjian itu berlaku kekal bagi Abraham dan keturunannya.

Dalam bacaan Injil, Yesus mengungkapkan bahwa Sabda-Nya adalah jaminan kehidupan kekal. Barangsiapa yang bertekun dan percaya pada Sabda-Nya, akan memperoleh hidup yang kekal. Melalui Sabda Allah, setiap orang selalu berusaha agar memiliki arah yang jelas dan penuh keyakinan untuk dapat menikmati kehidupan kekal.

Orang kudus dikatakan kudus, karena kekudusan yang berasal dari Tuhan itu tampak dalam hidupnya. Orang dikatakan kudus bukan karena ia dapat membuat banyak mukjizat, tetapi karena hidupnya didasarkan atas iman kepada Tuhan dan Sabda-Nya. Yesus menjadi kegenapan dari perjanjian Allah dengan Abraham. Oleh karena itu sebagai keturunan Abraham, maka segala sabda dan corak hidup Yesus seharusnya menjiwai seluruh hidup kita.

Orang beriman adalah orang yang menyadari kehadiran dan peranan Tuhan dalam hidupnya. Orang beriman ialah orang-orang yang membiarkan Roh Kristus tinggal dalam dirinya, berkarya dan membimbing ia dalam hidupnya. Yesus Kristus menjadi hadiah terbesar bagi setiap orang. Ia selalu mau mendengarkan doa-doa kita umat-Nya. Ia memberi kebebasan, keindahan dan tanggapan positif dalam setiap persoalan. Ia memaafkan setiap kesalahan dan selalu mau mendengarkan harapan manusia, membimbing umat-Nya ketika berada dalam keputusasaan dan keresahan jiwa.

Carilah Tuhan dan kekuatannya, perbuatan ajaib dan mukjizat-Nya. Sebab selama-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya, akan kehidupan kekal bagi setiap orang yang bertekun dan menghayati sabda-Nya. Yesus menjadi kegenapan dari perjanjian Allah dengan Abraham. Oleh karena itu sebagai keturunan Abraham, maka segala sabda dan corak hidup Yesus seharusnya menjiwai seluruh hidup kita.

(Fr. Leonardo Ze)

“Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut selama-lamanya” (Yoh. 8:51)

Marilah berdoa:

Ya Yesus, Sabda-Mu adalah jaminan hidup kekal. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini