Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah (P)
Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15.
Berita atau kabar merupakan informasi yang disampaikan oleh satu individu kepada individu yang lain. Isi informasi tersebut dapat berupa berbagai macam hal. Ada suka, tapi kadang pula ada duka. Yang bertindak menyampaikan informasi tersebut disebut si pembawa berita. Pembawa berita bertugas untuk membuat si pendengar mengerti dan memahami isi informasi yang disampaikan.
Bacaan Injil hari ini menampilkan kisah Yesus yang beberapa kali menampakkan diri kepada para murid-Nya. Pertama-tama Ia menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Setelah itu Ia menampakkan diri kepada dua orang murid yang mengadakan perjalanan ke luar kota. Dan paling terakhhir, Ia menampakkan diri kepada kesebelas murid ketika mereka sedang makan. Peristiwa penampakan ini mau menegaskan bahwa Yesus yang wafat disalib kini benar-benar bangkit dari antara orang mati seperti yang pernah disabdakan-Nya. Peristiwa ini mampu membuat para murid mengerti bahwa yang dulu pernah mereka kenal sebagai pembawa berita gembira, kini benar-benar bangkit dengan jaya.
Pada peristiwa penampakan itu, Yesus membuka kata-kata-Nya dengan kalimat “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Kalimat ini jelas merupakan sebuah perintah kepada para murid untuk menjadi pembawa berita/pembawa kabar baik kepada segala makhluk. Dengan kebangkitan, Yesus ingin agar para murid berani untuk menyampaikan berita dari apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, dan apa yang mereka pelajari dari seluruh peristiwa hidup Yesus. Sabda yang telah menjadi manusia dan kini bangkit dengan jaya harus menjadi inti dari berita yang harus disampaikan kepada segala makhluk ciptaan.
Bagaimana menjadi pembawa berita? Sudah dikatakan bahwa seorang pembawa berita adalah orang yang bertugas menyampaikan informasi kepada orang lain. Dengan sakramen permandian yang diterima, setiap orang Kristen diangkat menjadi saksi Kristus. Menjadi saksi berarti menjadi pewarta, menjadi pembawa berita kabar baik kepada orang lain. Yesus harus menjadi inti dari berita yang disampaikan, yang diwartakan.
Keberanian menjadi pembawa berita merupakan bukti bahwa setiap orang percaya akan karya dan hidup Yesus. Sehingga, sama seperti kata-kata dari Petrus dan Yohanes “sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang kami lihat dan yang telah kami dengar” senantiasa menjadi semangat dalam rangka membentuk diri menjadi seorang pembawa berita yang sejati.
(Fr. Gerry Manorek)
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk” (Mrk. 16:15).
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus, buatlah kami berani menjadi pembawa berita yang sejati. Amin











