“Aman dalam Lindungan Tuhan”: Renungan, Rabu 10 April 2019

0
2371

Hari biasa Pekan V Prapaskah (U)

Dan. 3:14-20,24-25,28; Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42.

Setiap orang dalam hidupnya tentu pernah mengalami yang namanya pergumulan. Dengan bergumul, seseorang akan masuk dalam situasi ketidaknyamanan di dalam hidupnya. Walaupun yang dialami oleh setiap orang adalah berbeda-beda, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pergumulan yang paling menyulitkan seseorang dalam hidupnya adalah menyangkut apa yang sedang terjadi di dalam batinnya. Sering kali merasa gelisah dan bimbang karena digoncang dengan kehendak yang tidak selaras dengan hati nurani. Kehendak yang sesekali mampu mengecoh kita.

Melalui bacaan-bacaan hari ini, kita hendak dibantu untuk dapat keluar dari situasi pergumulan dalam hidup. Yesus dalam bacaan Injil hari ini memberikan peneguhan terhadap suara nurani kita dengan megatakan: “Jikalau kamu tetap dalam fiman-Ku, kamu adalah benar-benar murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu memerdekakan kamu” (ay. 31-32). Hal ini hendak menegaskan bahwa jika kita berada dalam pergumulan atau situasi di mana hidup merasa sangat tergoncang, sesungguhnya yang menjadi solusi terbaik atas hal itu adalah dengan melibatkan Yesus di dalamnya. Karena tanpa Yesus, nurani kita menjadi lemah dan sering kali kalah dalam menghadapi kepentingan nafsu, rasa aman, serta kenyamanan yang menguasai cara berpikir.

Dalam bacaan pertama, kita berjumpa dengan kisah tentang ketiga hamba Allah yakni, Sadrakh, Mesak dan Abednego, yang juga sementara diliputi oleh situasi pergumulan. Mereka harus berhadapan dengan pemerintahan raja Nebukadnezar yang memaksa agar melakukan penyembahan terhadap patung emas yang ia dirikan. Walaupun diancam untuk dicampakkan ke dalam perapian yang bernyala-nyala, namun mereka tetap berpegang teguh dan percaya kepada Allah. Atas keyakinan itu, mereka pun dapat selamat dan tidak mengalami luka bakar pada tubuh, serta membuat raja Nebukadnezar menjadi takjub.

Melalui Yesus, Allah menampakan diri-Nya secara nyata di tengah-tengah kehidupan kita. Sehingga dengan melibatkan Yesus dalam setiap pergumulan yang di alami, kita akan dimampukan untuk dapat keluar dari masalah-masalah yang menggoncang di dalam hidup. Karena sesungguhnya, Yesuslah solusi terbaik dan sumber dari segala kebenaran yang dapat memerdekakan kita, karena itu marilah kita senantiasa berada dalam firman-Nya dengan membaca dan merenungkannya setiap hari, agar supaya kita menemukan kebenaran yang akan memberikan kemerdekaan bagi hidup ini dan menjadikan kita menjadi anak-anak Allah.

 (Fr. Michael Eckel Talubun)

 

“Jikalau kamu tetap dalam fiman-Ku, kamu adalah benar-benar murid-Ku” (Yoh. 8:31).

 

Marilah berdoa:

Bapa, bantulah kami untuk mengatasi pergumulan hidup. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini