Hari biasa (H)
Sir. 17:1-15; Mzm. 103:13-14,15-16, 17-18a; Mrk. 10:13-16
Kehadiran seorang anak merupakan semua impian dan aspirasi setiap keluarga. Terutama keluarga muda atau keluarga yang baru menikah. Kehadiran anak menjadi tanda sukacita dan kegembiraan. Oleh sebab itu, pelbagai usaha dilakukan agar mendapatkan seorang buah hati. Hal ini sangat nampak saat seorang wanita mengandung. Segala kebutuhan istri selalu dipenuhi oleh suami. Ada sebuah indikasi akan kebahagiaan.
Injil hari ini menampilkan betapa pentingnya sosok kehadiran seorang anak. Dengan jelas dikatakan dalam Injil bahwa para murid memarahi orang-orang yang membawa anak-anak kepada Yesus. Ketika Tuhan Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah’’.
Pertama-tama perlu kita ketahui bahwa sosok anak kecil juga sangat penting dalam kehidupan Yesus. Ia sangat mengasihi dan menyanyangi mereka. Dalam menjalankan tugas pewartaan-Nya, Ia sering kali memberikan perumpamaan dengan menampilkan sosok anak kecil. Dengan begitu kita semua pasti bertanya apa sebenarnya keunggulan yang dimiliki oleh mereka?
Pertama, sikap yang terdapat dalam diri mereka adalah polos dan jujur. Dua sikap demikian menjadi kualitas dalam diri seorang anak. Mereka selalu mengatakan apa yang didengar dan dilihat.
Kedua, ketergantungan. Seorang anak belum mandiri. Ia selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk membina, mendidik dan mengarahkannya. Ketergantungan ini hendak menunjukkan universalitas ketergantungan manusia.
Sikap-sikap demikian yang membuat sosok anak kecil sangat penting dalam kehidupan Yesus. Jadi, kita semua sebagai anak-anak Tuhan perlu untuk menyadari bahwa kita adalah orang-orang lemah yang sangat membutuhkan bantuan, perlindungan serta tuntunan dari Tuhan.
Dengan kesadaran tersebut, Tuhan menghendaki kita semua untuk tidak malu tetapi dengan sikap rendah hati, datang meminta pertolongan serta tuntunan dari-Nya. Agar dalam menjalani kehidupan, kita menjadi anak-anak yang baik dan senantiasa membawa damai serta berkat kepada siapa saja yang kita jumpai. Sebab memperoleh Kerajaan Surga, tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan tetapi membutuhkan satu tekad serta tindakan yang nyata dari setiap pribadi. Dengan mendengarkan bacaan-bacaan pada hari ini, apakah kita semua bisa bersikap seperti sosok anak kecil?
(Fr. Wandilinus Gleko)
“Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka,sebab orang-orang seperti itulah yang empunya kerajaan surga” (Mrk. 10:14).
Marilah berdoa:
Ya Bapa yang Maha kuasa, jadikanlah hatiku seturut kehendak-Mu. Amin.











