Pesta Bertobatnya St. Paulus, Ras. (P)
Kis. 22:3-16; Mzm 117:1,2; Mrk. 16:15-18.
Mendengarkan atau membaca Injil bukanlah perkara yang sulit. Kita hanya perlu menenangkan hati dan pikiran, lalu berdoa. Kemudian membaca ayat-ayat di dalam Injil tersebut dengan penuh perasaan dan penghayatan. Akan tetapi, yang menjadi perkara sukar bagi kita adalah bagaimana mewartakan Injil atau kabar gembira tersebut kepada sesama manusia? Sanggupkah kita mewartakannya sampai ke seluruh dunia?
Bacaan-bacaan pada hari ini berbicara mengenai perutusan para murid Yesus. Dalam Injil Yesus mengutus murid-murid-Nya: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk!”. Nah dari perintah Yesus ini, sudah jelas bahwa mewartakan kabar sukacita adalah tugas kita semua. Sukacita Injil tidak akan dirasakan oleh semua orang di dunia jika hanya tersiar di suatu tempat. Maka Yesus menyatakan perintah tersebut dengan maksud dan tujuan mulia, yakni mewartakan kabar gembira agar semua orang dapat merasakan keselamatan dari Allah.
Sebagai umat Kristiani yang percaya kepada Yesus, kita harus mampu untuk berani keluar dari diri kita sendiri untuk mau menjadi pewarta yang misioner, militan dan pantang mundur.
Pada hari ini kita memperingati pesta bertobatnya Rasul Paulus. Sebelum menjadi seorang rasul, ia merupakan salah satu penganiaya pengikut Kristus. Ketika Paulus dalam perjalanannya ke Damsyik, Tuhan yang bangkit bersabda kepadanya melalui suatu penglihatan lalu membuatnya menjadi buta. Kemudian ada Ananias di kota Damsyik yang merawat Paulus selagi ia menjadi buta hingga ia dapat melihat kembali sesuai dengan keinginan Allah. Dari peristiwa ini, Paulus mulai dituntun oleh Allah ke arah yang benar. Arah yang membuatnya jadi dekat dengan Allah dan membuatnya setia untuk menjadi pewarta kabar sukacita.
Mewartakan kabar gembira tidaklah harus dengan menjadi seorang misionaris yang menjelajah pulau dan benua atau mengarungi samudera. Akan tetapi tugas pewartaan kabar gembira bisa dilakukan dengan mau mendengarkan perintah Allah yang penuh rahmat dan kasih, menjadi orang yang saleh dalam tindakan, baik dalam bertutur kata dan terhormat dalam berelasi dengan sesama.
Tuhan tidak pernah mau umat-Nya ada di jalan yang salah. Maka melalui sabda-Nya, Ia mau menjadikan kita pewarta kabar sukacita yang setia menjunjung tinggi kebenaran dan kesetiaan, keadilan dan persaudaraan. Kita satukan tekad kita dalam semangat pewartaan, semangat kasih dalam Kristus, serta semangat untuk hidup dalam terang Injil untuk menuju keselamatan. Siarkanlah sukacita Injil lewat tutur kata, tindakan, dan teladan hidup kita!
(Fr. Marcelino Ronaldo)
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk. 16:15).
Marilah Berdoa:
Tuhan, buatlah aku menjadi pewarta kabar keselamatan-Mu yang setia, tulus, dan selalu bersyukur kepada-Mu. Amin.











