Pesta S. Yohanes Bosko, Im (P)
Ibr. 10:19-25; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Mrk. 4:21-25
Salah satu kebutuhan besar manusia adalah terang. Jelas bahwa fungsi terang adalah memberi cahaya di dalam kegelapan. Manusia zaman sekarang memiliki banyak kebutuhan untuk mendukung hidupnya. Karena itu manusia berusaha untuk menciptakan alat-alat penerang yang diharapkan mampu untuk menerangi dunia. Semua penerang yang diciptakan manusia itu selalu diletakkan di tempat-tempat yang tinggi, jarang kita melihat lampu, pelita yang memberi penerang diletakkan di tempat-tempat yang rendah. Hal itu dimaksudkan agar cahayanya bisa menerangi semua.
Yesus mengajarkan kita dengan menggunakan perumpamaan tentang pelita. Pelita yang Yesus maksudkan disini adalah diri-Nya sendiri. Yesus berkata, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan”. Dunia ini dipenuhi dengan kegelapan. Oleh karena itu kita mendengar banyak orang tersesat, banyak orang melakukan kejahatan. Itulah tantangan zaman ini. Kita membutuhkan Yesus Kristus Sang Pelita, Sang Terang sejati yang dapat menerangi kegelapan itu.
Ketika dibaptis, kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat. Berarti dengan menerima Yesus sebagai Tuhan maka kita pun juga telah menerima terang, dan menjadi anak-anak terang. Menjadi anak-anak terang berarti hidup dalam kebaikan, keadilan dan kebenaran.
Namun terang yang telah kita terima dari Sang Terang dunia bukan dimaksudkan untuk menerangi diri kita sendiri saja, tetapi untuk memberi terang juga untuk orang lain. Terang Tuhan bukan untuk disembunyikan di kolong hati, tetapi untuk diletakkan di tempat yang tinggi, agar menyinari sesama. Melalui sabda-Nya kita telah menerima terang itu dari Kristus sendiri.
Maka sudah menjadi tangung jawab kita membawa terang itu dan menjaganya sehingga tetap bernyala. Bersinar untuk orang lain, berarti berani melakukan kebaikan-kebaikan seperti yang Yesus tunjukkan. Jangan biarkan pelita kita padam! Seperti pelita diletakkan di tempat tinggi dan tahan akan tantangan, demikianlah hidup kita sebagai murid Kristus harus tetap tegar meskipun banyak badai yang menerjang. Tetap berdiri tegar di tempat yang tinggi. Tetapi harus tetap ingat, jangan sombong!
(Fr. Antonius Sadulia)
“Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian” (Mrk. 4:21).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, Sang Terang Sejati, buatlah kami menjadi pembawa terang bagi saudara-saudari kami yang masih tersesat dalam kegelapan. Amin.











