Hari biasa (H)
Ibr. 10: 11-18; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 4:1-20
Setiap manusia akan berjumpa dengan pengalaman penderitaan. Penderitaan tak memandang kelas sosial, suku atau agama. Penderitaan sungguh menjadi pergumulan hidup setiap insan.
Ada dua tindakan yang dilakukan manusia ketika mengalami pergumulan hidup: menghindar atau menghadapi. Tindakan menghindar adalah pilihan yang diambil oleh orang yang menginginkan kesenangan semata-mata, sedangkan tindakan menghadapi adalah pilihan yang diambil oleh orang yang ingin belajar dari pergumulan yang dialaminya.
Dalam hal ini, kita dapat melihat cara pandang masing-masing orang dari tindakan yang dilakukannya. Orang memilih menghindari masalah hidupnya karena ia memandang bahwa masalah itu hanya membawa penderitaan dan memberatkan hidupnya. Sedangkan orang yang bersedia untuk menghadapi pergumulan hidupnya memandang bahwa masalah hidup adalah sarana untuk menguji hatinya dan keteguhan dirinya.
Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk tetap teguh dalam menghadapi segala penderitaan hidup. Masalah dan pergumulan dalam hidup adalah sarana untuk meneguhkan jati diri kita sebagai orang Kristen, sehingga kita tidak boleh menghindar dan lari dari penderitaan yang kita alami. Kita harus berusaha mengadapi pergumulan hidup kita.
Sebagai orang Kristen, kita harus memelihara Firman Tuhan dalam diri kita. Firman Tuhan menjadi sumber kekuatan rohani yang meneguhkan dalam setiap penderitaan hidup kita. Ketika kita menanggapi setiap penderitaan hidup dalam terang Firman-Nya, penderitaan yang kita alami akan menghasilkan buah keselamatan bagi kita.
Kriteria orang yang berkualitas salah satunya adalah perspektifnya terhadap masalah hidup yang dia alami. Untuk itu, yang perlu dilakukan sekarang adalah merubah cara pandang kita terhadap penderitaan. Kita tidak boleh memandang penderitaan sebagai salah satu beban yang memberatkan hidup kita, tetapi kita harus memandangnya sebagai sarana yang akan membuat hidup kita bernilai.
(Fr. Giovani Gosal)
“Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat” (Mrk. 4:20).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga Firman-Mu senantiasa meneguhkan hatiku dalam menghadapi penderitaan. Amin.











