“Ia Harus Makin Besar”: Renungan, Sabtu 12 Januari 2019

0
2088

Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan (P)

1Yoh.5:14-21; Mzm. 149:1-2,3-4,5,6a,9b; Yoh. 3:22-30

“Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil”, demikian kata Yohanes Pembaptis kepada para muridnya bersama dengan seorang Yahudi yang sementara berselisih tentang penyucian. Yohanes Pembaptis (sebelum tampilnya Yesus di muka umum) adalah salah satu orang yang berpengaruh pada zamannya. Bisa dikatakan, Yohanes Pembaptis adalah “orang besar” pada waktu itu. Dalam bagian Injil yang lain kita bisa menemukan alasan-alasan mengapa Yohanes Pembaptis dikatakan sebagai orang besar. Salah satunya ia merupakan seorang nabi (bdk. Mat. 14:5).

Akan tetapi, ketika Yesus tampil di muka umum untuk melaksanakan karya pelayanan-Nya, banyak orang mulai mengikuti-Nya. Hal ini membuat murid-murid Yohanes Pembaptis merasa iri dan takut jangan sampai kebesaran guru mereka tergeser oleh kepopuleran dari Yesus. Kendati demikian, Yohanes Pembaptis tidak merasa diri sebagai seorang yang terkemuka, terkenal dan sebagainya.

Yohanes sendiri mengakui hal itu. Yohanes Pembaptis dengan kerendahan hatinya mengakui bahwa ia bukanlah Mesias. Ia hanya mendahului Sang Mesias untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (bdk. Mrk. 1:1-8). Yohanes Pembaptis dalam Injil hendak menunjukkan bahwa Yesus adalah Kristus yang lahir dari Allah. Pengakuan dari Yohanes Pembaptis akan pribadi Yesus yang adalah Kristus, ditegaskan kembali dengan baik dalam bacaan pertama hari ini.

Dalam suratnya ini, Yohanes mengajak kita untuk percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Mesias yang dijanjikan, Tuhan kita. Ketika kita percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah yang kudus, kita sesungguhnya dihantar untuk percaya bahwa kita dapat memperoleh kehidupan kekal bersama-Nya di surga.

Dalam Mzm. 149:4, pemazmur berkata bahwa Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. Yohanes Pembaptis adalah sosok yang rendah hati. Dari kerendahan hatinya, ia memperoleh sukacita yang berlimpah. Yohanes Pembaptis sadar dan tahu bahwa keselamatan sudah diperolehnya dengan berkata, “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”.

(Fr. Devri Maturbongs)

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30).

Marilah berdoa:

Ya Allah, jadikanlah aku sosok yang rendah hati untuk mengakui dan percaya akan Dia sumber keselamatanku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini