“Mari Memberi!”: Renungan, Senin 26 November 2018

0
2262

Hari Biasa (H)

Why. 14:1-3,4b-5; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 21:1-4.

Saudara terkasih, di zaman now ini banyak orang sering kali tanpa sadar maupun sadar memberikan bantuan kepada orang lain karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut, yaitu memberikan bantuan kepada orang lain karena ada suatu motivasi tertentu yang mendasar di dalam diri, memberikan dengan tulus dan ikhlas, memberikan sesuatu karena terpaksa, memberikan sesuatu karena ingin menuntut imbalan dan sebagainya.

Bacaan pertama melukiskan tentang cinta kasih Allah kepada manusia. Allah memberikan penebusan kepada pengikut-Nya karena mereka telah mengikuti-Nya. Hal ini  menunjukkan betapa cinta kasih Allah kepada manusia sangat mulia. Allah menghendaki agar manusia dapat mencontoh-Nya dengan memberikan apa yang dimiliki dengan tulus dan ikhlas kepada orang lain. Memberikan sesuatu kepada orang lain mau menunjukkan bahwa orang yang memberikan itu memiliki belaskasih seperti Allah yang berbelas kasih kepada manusia.

Dalam Injil ditunjukan kepada kita seorang janda miskin yang memberikan apa yang dimilikinya sebagai persembahan kepada Allah. Yesus memuji tindakan dari seorang janda miskin yang memberikan persembahan dengan hati yang murni dan tulus. Tentu tindakan ini sangat berbeda dengan tindakan yang dilakukan oleh orang kaya. Orang kaya memberikan persembahan dari kelimpahanya, namun seorang janda miskin memberikan persembahan dari kekurangan. Kesederhanaan yang mengantar pada kebahagiaan sejati. Sebuah bentuk penyerahan diri seutuhnya dari apa yang dimiliki, bukan dari kelimpahan atau kelebihan.

Terkadang juga kita memberikan sesuatu kepada orang lain karena adanya kelebihan yang diperoleh. Dengan adanya kelebihan, seringkali kita menganggap diri sebagai orang yang mampu dari pelbagai segi kehidupan. Kadang ada yang berpikir bahwa apa yang dimilikinya itu pertama-tama berasal dari kerja kerasnya. Tanpa disadari bahwa apa yang kita miliki adalah berasal dari Allah.

Allah memberikan kelimpahan kepada kita agar dapat dibagikan kepada sesama yang membutuhkan bantuan. Bacaan-bacaan hari ini mau menantang kita sebagai manusia zaman modern untuk tahu memberi. Memberi yang didasarkan dari kasih, seperti Allah yang telah lebih dulu mengasihi kita. Sanggupkah kita memberikan bantuan kepada orang lain dengan tulus ikhlas?

(Fr. Mario Rumsory)

“Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya” (Luk. 21:4).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, curahkan Roh KudusMu untuk mendorong hati kami agar dapat memberi dengan tulus ikhlas. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini