Hari Biasa (H)
Why. 15:1-4; Mzm. 98:1,2-3ab,7-8,9; Luk. 21:12-19
“Amazing Grace, how sweet the sound
That saved a wretch like me
I once was lost, but now I`m found
Was blind, but now I see”
Lirik lagu dari John Newton ini masih sangat populer di telinga kita. Sebuah refleksi atas pengalaman hidupnya dituangkan dalam untaian syair yang sangat inspiratif. Kehilangan harapan akan kasih Allah menjerumuskan dia dalam jurang kekelaman. Tetapi rahmat Allah menuntunnya kembali ke jalan keselamatan.
Setiap orang tentu pernah mengalami masa-masa sulit, kritis, bahkan putus asa terhadap masalah, pergumulan ataupun cobaan yang dihadapi. Tantangan kehidupan yang amat berat sering kali menjerumuskan kita untuk mencari kekuatan-kekuatan duniawi. Tak jarang pula keadaan yang sedemikian itu mengguncang kepercayaan kita pada Allah. Lebih buruk lagi hal tersebut membawa kita pada lembah dosa yang semakin dalam.
Bacaan Injil hari ini menerangkan bagaimana Yesus memberikan wejangan tentang penderitaan yang akan dialami oleh pengikut Kristus. Pengalaman kekerasan dan penganiyaan karena membela iman sudah dialami sejak Gereja Perdana. Para martir menjadi contoh konkrit suatu kesaksian atas penderitaan. Akan tetapi, kenyataan itu tidak mengaburkan kepercayaan dan keteguhan iman mereka. Allah sendiri memberikan jaminan keselamatan bagi mereka yang setia dan tetap taat. Lebih jauh lagi yaitu kebahagiaan abadi di surga bagi siapa saja yang bertahan.
Senada dengan itu, kitab Wahyu dalam bacaan pertama menunjukkan pujian sukacita atas rahmat Allah yang nampak dalam diri para pemenang. Hikmat Allah senantiasa menyertai setiap orang yang bersabar dalam penderitaan. Tindakan dan Kuasa Allah membuka mata mereka yang menyangsikan kekuatan-Nya.
Seperti pemazmur yang mengumandangkan pujian : “Besar dan ajaiblah segala karya-Mu, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa!”, demikian kita akan mengalami rahmat yang mengagumkan sebagai ganjaran atas kesetiaan itu. Penderitaan memang berat, tetapi kasih Allah lebih dahsyat.
(Fr. Frederic Ze)
“Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21:19).
Marilah berdoa:
Ya Allah, kuatkanlah aku untuk tetap bertahan dalam penderitaan ini. Amin.











