Hari biasa (H)
Flm. 7-20; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Luk.17:20-25
Dalam dunia Perjanjian Lama, kedatangan Kerajaan Allah atau “Hari Tuhan” berarti Allah datang menampakkan kemuliaan dan kekuasaan-Nya kepada manusia. Allah akan datang menghakimi segala bangsa dan menjadi raja seluruh umat manusia.
Orang-orang Farisi percaya bahwa Kerajaan Allah datang disertai dengan hal-hal lahiriah yang dahsyat menggoncang dunia, namun sangat menakutkan. Sering kita mendengarnya sebagai “hari kiamat”. Nabi Amos mengingatkan, “Celakalah mereka yang menginginkan hari Tuhan! Apakah gunanya hari Tuhan itu bagimu? Hari itu adalah kegelapan, bukan terang!”
Yesus memberi kita pemahaman tentang kedatangan Kerajaan Allah. Kedatangan “hari Tuhan” atau “akhir zaman” bukanlah hal yang harus ditakuti. Walaupun disertai dengan tanda-tanda alam yang dahsyat dan penghakiman seluruh bangsa. Kedatangan Kerajaan Allah haruslah disambut dengan kegembiraan. Mengapa? Santo Paulus mengatakan, “Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”
Yesus sendiri menegaskan bahwa Kerajaan Allah itu sudah ada di antara manusia. Itulah Yesus sendiri yang telah hadir membawa kebenaran, damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus. Kesempurnaan Kerajaan Allah yang akan datang sebenarnya telah dimulai dan berjalan saat ini. Yesus telah datang membawa Kerajaan Allah itu bagi manusia, sekarang semua sedang berproses dan berjalan menuju pada kesempurnaan hingga kepenuhan-Nya pada akhir zaman.
Kerajaan Allah bukan hanya soal “waktu yang akan datang” tetapi “waktu kini” artinya kesempurnaan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang akan datang sudah dimulai saat ini, sudah ada di tengah-tengah manusia. Orang yang hidup dalam kebenaran, damai dan sukacita dalam Roh Kudus, akan menantikan kedatangan Kerajaan Allah dengan sukacita bukan dengan ketakutan, karena itulah saat kepenuhan kebenaran, damai dan sukacita dalam dirinya yang akan bersatu dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah.
Yesus sudah ada dalam diri kita, membawa kebenaran, damai dan sukacita itu. Jika orang hidup dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus, berarti Allah telah meraja dalam diri dan hidupnya. Dan ia akan bersorak-sorai ketika “hari Tuhan” itu datang karena kekuasaan Kerajaan Allah akan mencapai kepenuhannya.
Hidup dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus merupakan tanda nyata Allah meraja dalam diri kita. Dan akhirnya kita mencapai kepenuhan yang membahagiakan pada “akhir zaman”.
(Fr. Valentino Pandelaki)
“Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah” (Luk. 17:20b)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, penuhilah hati kami dengan kebenaran untuk menyambut hari Tuhan. Amin.











