Hari Biasa (H)
Ef.3:2-12;MT Yes 12:2-3, 4bcd, 5-6; Luk 12 :39-48.
Pepatah bijak mengatakan: “Sedia payung sebelum hujan”. Ungkapan ini bertujuan menjelaskan tentang kewaspadaan untuk tetap terjaga dalam mengantisipasi berbagai kejadian entah baik atau buruk yang hendak terjadi nanti. Waspadalah dalam menghadapi berbagai kemungkinan menyangkut peristiwa yang kapan saja bisa menimpa kita,
Injil hari ini menceritakan pula tentang kewaspadaan dalam menyambut kedatangan Yesus Kristus pada akhir zaman. Dikatakan bahwa “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan” (ayat 40).
Sesunguhnya, Yesus menaruh harapan besar bagi kita supaya senantiasa menyiapkan diri dengan baik secara jasmani maupun rohani dalam menyambut kedatangan-Nya yang tak terduga itu. Yesus tak ingin kita jatuh dalam jurang yang “gelap”, dimana dosa membelenggu hidup kita. Perlu adanya dari kita suatu kesiapan dan pemberian diri dengan sepenuh hati sehingga membuat kita berharga di mata-Nya.
Pada akhirnya, keadaan seperti itu tidak membuat kita merasa was-was, terkejut, khawatir dan takut bila menyambut kehadiran-Nya. Tuhan Yesus juga mengatakan: “Berbahagialah yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang” (ayat 43). Perkataan ini menunjukkan bahwa Yesus ingin agar kita menjadi hamba yang selalu siap sedia melayani dan membukakan pintu bagi-Nya.
Terjaga, merupakan suatu semangat yang rela dan bersedia dalam menantikan kedatangan-Nya. Dalam arti tertentu dapat dikatakan bahwa semangat itu mesti ditonjolkan dalam menantikan kedatangan-Nya yang tak disangkakan itu. Keterjagaan dan kesiapsediaan dalam melayani-Nya menjadi suatu sarana bagi kita dalam proses pengenalan akan Allah dan untuk menjadi anak-anak Allah.
Saudara terkasih, sering kita terlena untuk hidup dalam “kegelapan”. Tindakan itu memberikan dampak buruk yang bisa saja memberi batas dan menghambat pertumbuhan kehidupan rohani kita. Kita terlelap dengan keinginan daging, sehingga keinginan Roh mulai memudar bahkan padam nyalanya. Maka dari itu, kita perlu untuk menjalani kehidupan sebagai hamba Tuhan yang setia. Inilah salah satu bentuk persiapan kita dalam menantikan kedatangan-Nya. Kapan dan dimana pun kita berada, kita tetap berusaha dan berjuang untuk menuaikan tugas perutusan kita sebagai hamba Tuhan. Berbahagialah kita, jika Tuhan mendapati kita tetap setia dan terjaga dalam melaksanakan kehendak-Nya.
(Fr. Laurens Renwarin)
“Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan” (Luk. 12:40).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bentuklah aku menjadi murid yang tetap setia dan terjaga menjalankan segala titah di dunia ini. Amin.











