Hari Biasa (H)
Gal. 4:31b-5:6; Mzm. 119: 41,43,44,45,47,48; Luk. 11:37-41
Dalam dunia jaman now, ada banyak kasus penyimpangan dan penyalahgunaan jabatan sehingga membuat orang kehilangan kepercayaan. Mengapa demikian? Karena banyak orang yang ditokohkan dan dipandang baik hanya sekedar kata-kata dan janji-janjinya yang indah. Tetapi realitanya, perbuatannya tidak selaras dengan apa yang dikatakan dan dijanjikan.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus berkata kepada mereka, “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh dengan rampasan dan kejahatan”. Yesus mengatakan hal ini bukan tanpa sebab, karena mereka melakukan sesuatu hanya untuk mendapat pujian dari orang dan tidak dilakukan dengan tulus hati.
Dalam kehidupan sekarang ini, kita sering kali seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kita melakukan sesuatu hanya untuk pencitraan atau agar supaya kita mendapat pujian dari orang-orang yang melihat perbuatan kita itu. Padahal tidak dibuat dengan tulus dan ikhlas hati.
Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk melakukan apa yang diinginkan Yesus, yaitu melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan dan memberi dengan hati yang tulus ikhlas.
Seperti kedua orang kudus yang kita peringati hari ini yaitu Santa Hedwiq dan Santa Margareta Maria Alacoque. Mereka melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Dengan harta yang dimiliki, Santa Hedwiq mengamalkan kasih dengan membantu orang yang miskin dan yang menderita penyakit kusta serta memberi diri untuk melayani Tuhan. Kedua orang kudus ini memberikan kesaksian untuk menghormati kemurahan Hati Yesus Kristus yang Mahakudus yang rela mengorbankan diri-Nya demi memerdekakan semua umat manusia dari dosa.
Kita dapat meneladani kedua orang kudus ini. Iman mereka yang begitu kuat akan Yesus Kristus telah mengantar mereka kepada kehidupan abadi di surga. Kita sebagai manusia juga harus sungguh-sungguh melepaskan kuk perhambaan yaitu dosa. Seperti yang dikatakan Paulus kepada Jemaat di Galatia.
Dalam kehidupan di zaman modern ini kita diajak untuk mengimani Yesus Kristus yang sudah memerdekakan kita dari dosa, lewat wafat-Nya di kayu Salib. Maka, kita harus senantiasa mengamalkan kasih dengan tulus dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Untuk itu, sekarang ini kita juga ditantang, apakah kita semua mampu untuk memberikan kesaksian iman dan kebenaran akan Yesus Kristus kepada sesama kita?
(Fr. Rafael Montung)
“Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan” (Gal. 5:5).
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah kami agar kami selalu mengimani Yesus Kristus, Sang Penyelamat dunia. Amin











