Pw S. Gregorius Agung, PausPujG (P)
1Kor. 2:1-5; Mzm. 119:97,98,99,100,101,102; Luk. 4:16-30
Gereja Katolik hari ini merayakan seorang santo besar yaitu santo Gregorius Agung. Ia adalah seorang paus dan sekaligus seorang pujangga Gereja yang memiliki pengaruh sangat besar bagi Gereja. Banyak hal dilakukannya karena ia sadar bahwa Tuhan selalu ada bersamanya.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus yang membacakan sebuah nas di dalam rumah ibadat. Di dalamnya mengandung kesaksian tentang Yesus. Siapa Yesus? Dikatakan bahwa “Roh Tuhan ada padaku, oleh karena ia mengurapi aku”. Jelas bahwa Yesus adalah anak Allah, bahwa di dalam diri Yesus Allah sendiri berkarya. Allah mengurapi Yesus dengan Roh-Nya.
Roh Allah adalah Roh yang menghidupkan dan menyatukan. Dengan urapan yang diterimanya maka Yesus dan Allah bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu kehadiran Yesus menjadi tanda dari kehadiran Allah sendiri, dan kehadiran Yesus menjadi nyata bahwa Allah mengasihi manusia. Kehadiran Yesus membawa keselamatan bagi orang-orang yang menderita.
Disamping itu dikatakan bahwa, Yesus datang untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, pembebasan bagi orang tawanan, orang yang tertindas, dan penglihatan bagi orang-orang buta. Itu merupakan tugas Yesus. Ia datang untuk membawa terang dan senyum bagi orang-orang yang menderita. Tetapi anehnya orang-orang sekampungnya tak mau mendengarkan Yesus. Mereka tak mau mengakui-Nya sebagai anak Allah. “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”, begitu mereka bertanya.
Latar belakang-Nya sebagai anak seorang tukang kayu menyebabkan ia ditolak di kampung-Nya sendiri. Lantas apa yang diperbuat Yesus? Apakah Yesus berdiam diri? Tidak! Yesus tetap pergi mewartakan kabar gembira. Yesus tidak berdiam diri menggumuli pengalaman pilu yang dialami-Nya. Berkat Roh yang diterima-Nya Yesus pergi tanpa ada rasa takut untuk ditolak di tempat lain.
Pengalaman ditolak dan dicemooh adalah pengalaman yang sungguh memilukan. Apakah kita lalu berdiam diri? Bila kita selalu mengalami pengalaman demikian, ingatlah bahwa Yesus pun pernah mengalami pengalaman ditolak. Ingatlah bahwa pengalaman itu adalah salib yang harus kita pikul. Itu adalah salib yang masih terlampau ringan bila dibandingkan dengan salib yang dipanggul dengan Yesus. Injil hari ini menyajikan bagi kita sajian rohani sebagai nutrisi, sebagai kekuatan untuk kita melangkah dalam mewartakan kabar baik bagi sesama kita, yaitu bahwa Allah selalu menyertai kita.
(Marianus Hiwin)
“Roh Tuhan ada padaku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku…” (Luk. 4:18)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, buatlah kami selalu menyadari kehadiran-Mu dalam hidup kami. Amin.











