“Mengikuti Yesus”: Renungan, Kamis 6 September 2018

0
2558

Hari Biasa (H)

1Kor. 3:18-23; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 5:1-11

Pengalaman mengikuti Yesus dapat dirasakan oleh setiap orang dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Pengalaman tersebut dapat menghantar seseorang untuk secara intens mengalami kehadiran Yesus di dalam dirinya. Sehingga keikutsertaannya untuk mengikuti Yesus menjadi subur karena imannya terhadap Yesus yang menjadi landasan dalam hidup setiap hari.

Rasul Paulus dalam bacaan pertama menunjukkan bahwa imannya akan Yesus yang telah bangkit memperingatkan umat di Korintus yang kurang rukun supaya taat pada satu guru, sebab guru yang utama yakni Yesus. Maka segala karya dan tindakan kita dapat dilihat dalam diri-Nya yang dari-Nya mengalir sumber persatuan untuk kita semua.

Pengalaman para murid untuk mengikuti Yesus dilihat lewat profesi mereka sebagai nelayan. Latar belakang hidup itu mengundang Yesus untuk tampil di tengah-tengah mereka dan memanggil mereka untuk menjadi murid-Nya. Tidak mudah bagi mereka untuk meninggalkan sebuah profesi dan menuju profesi yang baru.

Perubahan yang dibawa oleh Yesus menjadi nyata dalam tanggapan Petrus terhadap perintah Yesus. Ketika disuruh oleh Yesus untuk menebarkan jala, terjadi percakapan antara Yesus dan Petrus. Petrus yang berprofesi sebagai seorang nelayan tahu betul situasi laut saat itu. Tetapi atas perintah Yesus, Petrus menebarkan jala bersama murid-murid yang lain.

Tindakan yang dilakukan oleh Yesus merupakan sebuah tanda untuk para murid sekaligus awal dari karya kerasulan mereka dalam mengikuti Yesus. Para murid percaya akan segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus untuk mereka. “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia” (Luk. 5:10). Yesus memberikan sebuah pengharapan untuk para murid bahwa melayani sesama menjadi tugas atau profesi selanjutnya dari mereka semua yang mengikuti-Nya.

Yesus telah memanggil para murid untuk menjala manusia yakni mau mempersatukan kita semua sebagaimana yang dialami oleh Paulus dalam mempersatukan umat di Korintus yang tidak rukun. Semangat untuk melayani ini kiranya menjadi semangat kita semua yang mau secara konsekuen mengimani Yesus sebagai jalan keselamatan kita semua.

Yesus telah menyemangati kita semua lewat kehadiran para murid. Oleh karena itu, kita pun diajak untuk mampu memberi semangat kepada sesama kita supaya bersama-sama mengikuti Yesus dengan bebas dan sukacita. Mengikuti Yesus mesti menjadi nyata lewat sikap, perkataan, maupun tindakan kita setiap hari.

(Fr. Petrus Fransiskus Kowarin)

“Bertolaklah ke tempat yang dalam” (Luk. 5:4b).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tiliklah aku menjadi pengikutMu yang setia sampai akhir zaman. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini