“Konsekwensi dari Kebaikan”: Renungan, Senin 10 September 2018

0
2735

Hari Biasa (H)

1Kor. 5:1-8; Mzm. 5:5-6,7,12; Luk. 6:6-11

Ada suatu kebiasaan di suatu tempat. Ketika seseorang pengendara sepeda motor kemudian jatuh atau mengalami kecelakaan, maka orang yang ada di sekitar tempat tersebut tidak langsung membantu orang yang mengalami musibah (kecelakaan). Mereka justru membiarkan atau bahkan  memukul pengendara tersebut. Setelah itu barulah mereka membawanya ke rumah sakit. Alasan mereka, para pengendara sepeda motor selalu ngebut atau mengendarai motor dengan kecepatan yang tinggi.

Injil hari ini mengisahkan Yesus menyembuhkan orang pada hari sabat. Yesus melihat orang yang mati tangannya itu. Dia tidak tega melihatnya apalagi membiarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: manakah yang diperbolehkan pada hari sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”. Maka Yesus menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya itu. Kebaikan yang Yesus lakukan atas dasar kepedulian serta belaskasihan terhadap orang yang mati tangan sebelah kanannya malah membuat ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi menjadikannya sebagai alasan untuk mempersalahkan Yesus. Malahan, amarah mereka meluap dan kemudian mereka berunding tentang apa yang telah diperbuat oleh Yesus pada hari Sabat.

Cerita di atas dan Injil pada hari ini mau memberikan suatu pelajaran buat kita bahwa untuk melakukan sesuatu hal yang baik tidaklah selalu menyenangkan. Selalu disertai dengan cemooh, iri hati, kebencian orang terhadap kita. Bahkan bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk mempersalahkan kita. Itulah konsekuensi yang kita terima kalau melakukan sesuatu perbuatan yang baik atau berusaha untuk merubah kebiasaan atau cara berpikir orang yang salah. Kebanyakan orang lebih mementingkan kebiasaan orang setempat dari pada mempedulikan keselamatan orang lain.  Walaupun demikian, sebagai pengikut Kristus kita jangan takut untuk dibenci oleh orang.

(Fr. Romario Wandan)

“Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk. 6:9).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berilah aku keberanian untuk bisa membantu siapa saja yang menderita. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini