“Kesetiaan Iman”: Renungan, Senin 24 September 2018

0
3207

Hari Biasa (H).

Ams. 3:27-34; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Luk. 8:16-18.

Alfonsus Maria de Liguori adalah tokoh yang mengabdikan dirinya bagi orang lain. Walaupun Alfonsus merupakan anak dari keluarga bangsawan, namun ia mengabdikan dirinya kepada orang miskin dan menganggap mereka sebagai kelompok kudus.

Tindakan yang ia perbuat merupakan cahaya yang nampak di dalam dirinya. Karya-karyanya untuk merangkul orang miskin merupakan cahaya yang ia tunjukkan kepada masyarakat pada zaman itu, demi menampakkan memuliakan Tuhan, Penciptanya.

Bacaan Injil pada hari ini mengisahkan tentang pelita. Diceriterakan oleh penginjil Lukas bahwa, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya”.

Pelita merupakan alat penerang. Biasanya, ia diletakan di tempat yang tinggi, supaya cahayanya menyebar ke seluruh ruangan yang dipergunakan orang zaman dahulu untuk menerangi rumah mereka pada malam hari.

Cahaya dari pelita harus berfungsi sebagaimana mestinya. Cahaya yang berasal dari pelita mempunyai manfaat untuk menerangi berbagai hal. Ruangan yang gelap tidak menampakkan hal-hal apa yang ada di dalam ruangan itu, jika ruangan itu tidak diterangi oleh benda penerang. Bahkan bisa jadi bahwa ruangan itu tidak menarik perhatian orang, karena ruangan itu tidak bercahaya.

Perumpamaan tentang pelita ini mau mengajak kita untuk menjadi orang yang setia pada Tuhan, supaya bisa memberikan teladan kepada orang lain. Tuhan telah memberikan kesempatan kepada manusia untuk berkarya di dunia ini. Tetapi Tuhan mau melihat kesetiaan manusia dalam menjalankan karya mereka di dunia ini.

Hal mengenai kesetiaan merupakan hal yang sangat penting bagi orang Kristen. Cahaya dari orang Kristen adalah kesetiaan iman. Setia dengan iman kita merupakan cahaya dari pelita yang ditunjukkan oleh orang Kristen kepada masyarakat zaman sekarang.

Alfonsus telah menunjukkan teladan untuk setia melayani Tuhan lewat orang lain, khususnya orang miskin. Teladan yang ia berikan merupakan cahaya pelita yang dihasilkan oleh dia. Kita sebagai orang Kristen merupakan orang-orang yang telah dipanggil oleh Tuhan untuk memberikan teladan kesetiaan kepada masyarakat luas. Sudahkah kita, orang Kristen menjalankan tugas itu?

(Fr. Christiano Mandagi).

“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan” (Luk. 8:17).

 Marilah berdoa:

Tuhan, berikanlah aku kekuatan untuk semakin setia dengan imanku, supaya bisa menjadi teladan bagi banyak orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini