Pw S. Bernardus, Abas PujG (P)
Yeh. 24:15-24; MT Ul. 32:1819,20,21; Mat. 19:16-22; atau dr RUybs
Indro Warkop, seorang pelawak terkenal Indonesia pernah berkata, “Yang terberat ketika kalian menjadi seseorang nanti adalah justru bagaimana kalian memerangi diri kalian sendiri.” Perkataan ini mengandung makna yang sangat penting. Kita bisa terlepas dari penderitaan yang kita alami jikalau kita memerangi diri kita sendiri, melawan rasa malas dan kebiasaan buruk kita serta berusaha melakukan yang terbaik.
Dalam bacaan-bacaan hari ini, terutama dalam bacaan Injil, ditampilkan bagaimana seorang pemuda kaya menjadi sedih ketika mendengar nasihat dari Yesus, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di Sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutilah Aku” (Mat. 19:21).
Perkataan Yesus inilah yang membuatnya sedih. Ia bersedih karena hartanya banyak. Dia tidak mau melepaskan kemewahan dan kenyamanan itu. Perkataan dan nasehat Yesus mengandung makna penting bahwa tidak mudah untuk mencapai keselamatan; kita harus berjuang, kita harus melepaskan beban dosa yang membebani kehidupan kita.
Sikap dari si pemuda kaya dalam bacaan pertama menunjukkan rasa sedih karena hartanya banyak. Sikap itu melambangkan kita yang tidak mau lepas dari dosa, menjauh bahkan berpaling dari kehendak Sang Ilahi. Lewat nasihat-Nya, Yesus mau mengajak kita untuk bisa mengalami keselamatan, tetapi terlebih dahulu kita harus melepaskan beban dosa yang membebani kita.
Saudaraku yang terkasih, kita seringkali buta, bahkan mati rasa. Kita seringkali sudah tahu bahwa kita melakukan perbuatan yang salah, hidup dalam tindakan yang salah dan melawan kehendak Allah. Tetapi kita sering tidak mau untuk keluar dari kesalahan itu. Kita bahkan hanyut dalam kenikmatan duniawi dan tidak mau melepaskannya, kendati kita sudah tahu bahwa itu dosa.
Kita semua ingin hidup bahagia. Kita mau untuk mengalami keselamatan dan hidup yang kekal. Tetapi kita sering menghambat diri sendiri, tidak mau untuk lepas dari tindakan yang salah, dan selalu berulang-ulang melakukan dosa.
Hari ini, Yesus mau mengajak kita untuk melepaskan beban itu, melepaskan beban dosa yang menghambat kita untuk hidup bahagia dan memperoleh keselamatan. Yesus mengajak kita untuk memerangi diri kita sendiri, memerangi tindakan yang keliru, memerangi kebiasaan yang buruk, mau untuk berkorban dan berusaha melepaskan diri dari dosa yang membebani kita, agar layak menikmati keselamatan bersama Tritunggal Maha Kudus di Surga.
(Fr. Evan Jabar)
“Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di Sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutilah Aku” (Mat. 19:21).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, teguhkanlah imanku. Amin











