“Mengertilah”: Renungan, Minggu 19 Agustus 2018

0
2174

Hari Minggu Biasa XX(H)

Ams. 9:1-6; Mzm. 34:2-3,1011,12-13,14-15;Ef.5:15-20; Yoh. 6:51-58.

Pernyataan Fides quaerens intellectum oleh St. Anselmus, bukan sekedar menegaskan soal beriman saja, melainkan juga pada apa yang diimani. Iman mengantar orang pada kebijaksanaan hidup karena yang diimani adalah Sang Kebijaksanaan sejati.

Kitab Amsal mengajak kita untuk hadir dalam undangan itu, yakni jalan pengertian. Dalam pengertian yang sama pula, ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Efesus, “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Berusaha untuk mengerti bukanlah suatu hal yang mudah. Apalagi sesuatu yang dimengerti itu di luar akal budi manusia.

Hal itulah yang ditunjukkan Yesus dalam Injil hari ini. Yesus berjalan di atas air; tidak ada manusia yang bisa melakukan itu, sehingga tidak heran jika para murid ketakutan melihat-Nya. Bagaimana kita mengerti hal ini? Yesus tidak meminta kita agar bisa melakukan seperti apa yang dilakukan-Nya, tetapi Dia menghendaki agar kita melakukan kehendak-Nya.

Melakukan kehendak-Nya berarti berusaha untuk bertindak sesuai dengan perintah-Nya. Beriman secara sunguh-sungguh akan memampukan kita berbuat yang terbaik, apa pun tantangannya. Iman yang teguh, akan membuat kita kuat menghadapi persoalan itu.

Bisa saja dengan mudah kita mengatakan bahwa kita sudah mengerti. Tetapi jika diminta untuk melakukan apa yang dimengerti itu, apakah mudah? Itulah yang hendak ditegaskan bahwa beriman dengan sungguh-sungguh diharapkan mampu berbuah. Kebaikan, sukacita, dan kegembiraan bagi siapa saja, itulah buah yang diharapkan.

Para murid mengalami ketakutan. Wajar, bukan? Kita pun terkadang merasa ketakutan dalam kondisi yang sama, bahkan takut juga jangan-jangan malah ditolak. Tetapi, tenanglah bahwa Tuhan selalu ada disamping kita. Aku ini, jangan takut!

(Fr. Made Pantyasa)

“Aku ini jangan takut!” (Yoh. 6:19).

 Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah aku melakukan kehendakMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini