“Bersyukur Atas Rencana Besar”: Renungan, Minggu 12 Agustus 2018

0
2852

Hari Raya SP Maria diangkat ke Surga

Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10bc,11,12ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56.

“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku”. Demikianlah kata-kata indah dari Santa Perawan Maria, yang dikumandangkannya ketika menyanyikan pujiannya. Maria merupakan wanita yang spesial, karena ia dipilih oleh Allah untuk mengandung Mesias.

Hari ini adalah perayaan Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Perayaan yang rutin dilakukan oleh umat Katolik ini merupakan tanda untuk menghormati Maria.

Penghormatan ini diberikan kepada Maria, karena ia telah menyumbangkan hal yang besar bagi dunia ini. Hal besar itu adalah keselamatan yang diselenggarakan oleh Allah.

Maria telah ikut serta dalam rencana keselamatan yang diselenggarakan oleh Allah bagi dunia ini. Dengan menerima tugas dari Allah, Maria telah ikut menyelamatkan dunia ini dari dosa. Tugas untuk mengandung dan melahirkan Peyelamat dunia merupakan tugas istimewa yang diberikan oleh Allah.

Bacaan pertama hari ini menceriterakan tentang seorang perempuan yang melahirkan seorang anak. Anak, yang ia lahirkan itu, adalah penyelamat dunia ini. Dikisahkan bahwa perempuan tersebut dikejar oleh naga, yang merupakan simbol dari kuasa kegelapan. Perempuan yang dikisahkan dalam kitab Wahyu tidak lain dan tidak bukan adalah Maria.

Bacaan Injil mengisahkan tentang kunjungan Maria kepada Elisabet. Kunjungan yang membawa berkah bagi sesama merupakan simbol dari kunjungan Maria ini. Elisabet sendiri memuji Maria, karena Maria adalah ibu dari Penyelamat dunia.

Maria dalam posisinya, tidak merasa tinggi hati, tetapi bersyukur kepada Allah. Allah telah memberikan kesempatan kepadanya untuk ikut ambil bagian dalam keselamatan dunia ini.

Tugas istimewa yang diberikan kepada Maria tidak membuat dia membanggakan diri. Melainkan, ia membagikan sukacitanya itu kepada sesamanya. Bahkan ia bersyukur kepada Allah, karena Allah yang Mahabaik telah membuat dia menjadi wanita yang istimewa. Pujian Maria merupakan tanda syukur darinya kepada Allah.

Dewasa ini, banyak orang lupa untuk bersyukur kepada Allah. Allah akan diingat oleh mereka ketika mereka berada dalam kesulitan. Namun ketika mereka berada dalam sukacita, kadangkala banyak orang lupa akan Allah. Allah, yang telah memberikan semua kebahagiaan ini dilupakan pada saat itu.

Hari ini Maria sebagai wanita pilihan telah memberikan teladan kepada banyak orang. Ia tidak tinggi hati, ketika mendapatkan tugas yang besar itu. Bahkan karunia yang ia dapatkan, dibagikan kepada sesamanya.

Kebahagiaan yang ia rasakan dibagikan kepada sesamanya. Ia bersyukur kepada Allah, karena hal besar itu. Bersyukur adalah teladan besar yang diberikan oleh Maria kepada kita. Apakah kita telah melakukan hal yang serupa?

(Lentera Jiwa)

“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk. 1:46-47).

Marilah berdoa:

Bunda Maria, ajarilah kami untuk bersyukur kepada Allah. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini