“Melayani untuk Keselamatan”: Renungan, Rabu 25 Juli 2018

0
2861

Pesta Santo Yakobus, Rasul (M)

2 Kor. 4:7-15; Mzm. 126:12ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28

Hari ini adalah perayaan Santo Yakobus. Santo Yakobus atau Yakobus Tua merupakan anak Zebedeus dan kakak dari Yohanes Rasul. Ia disebut Yakobus Tua untuk membedakan dia dari Yakobus Muda, yang juga seorang rasul Yesus. Yakobus sebagai seorang rasul berani mewartakan Injil dengan melayani orang-orang. Menurut tradisi yang berkembang Yakobus mengunjungi Spanyol sebelum kematiannya. Ia dijatuhi hukuman pancung pada tahun 43/44 atas perintah raja Agripa I.

Bacaan hari ini menceritakan permintaan Ibu Yakobus dan Yohanes kepada Yesus. Injil menceritakan bahwa Yesus tidak memberikan apa yang dimaksud oleh ibu dari kedua orang tersebut. Yesus pun menekankan bahwa permintaan seperti itu merupakan urusan dari Bapa-Nya dan bukan urusan Yesus.

Yesus mau memberikan teladan tentang ketaatan. Ia taat kepada Bapa-Nya, yang telah mengutus Dia ke dunia ini untuk mengerjakan keselamatan. Karya keselamatan itu dikerjakan dan dicapai oleh-Nya lewat sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Wafat-Nya di salib merupakan puncak keselamatan, yang Ia kerjakan di dunia ini.

Yesus pun menegaskan dalam Injil hari ini bahwa, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu”. Perkataan Yesus ini mau menekankan tentang pelayanan. Mereka yang mau menjadi orang besar harus siap menjadi pelayan bagi sesamanya.

Yesus pun selain menegaskan kata-kata itu, memberikan teladan bahwa, “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Yesus sebagai Anak Allah rela melayani manusia. Ia rela menjelma menjadi manusia, bersengsara, dan wafat di kayu salib demi keselamatan manusia itu sendiri. Dosa dari manusia ditanggungkan kepada Yesus yang merupakan Anak Domba yang tidak bercela.

Menjadi seorang pelayan harus berani mengorbankan banyak hal. Seorang yang sungguh-sungguh ingin menjadi pelayan akan rela mengorbankan banyak hal di dalam dirinya demi kepentingan bersama. Kepentingan bersama ini adalah hal yang penting demi mencapai kebahagian bersama.

Santo Yakobus sudah memberikan teladan yang sangat baik kepada semua orang Kristen. Ia melayani orang banyak dalam bentuk mewartakan kabar gembira demi keselamatan banyak orang. Bahkan ia rela mengorbankan nyawanya untuk pelayanan yang memberikan keselamatan bagi banyak orang. Kehilangan nyawa merupakan kebahagiaan, karena bisa menyelamatkan banyak orang. Beranikah kita, sebagai orang Kristen berkorban untuk melayani banyak orang?

(Redaksi LJ)

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Mat. 20:26)

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarilah kami supaya bisa menjadi pelayan yang berani berkorban demi kepentingan banyak orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini