Pw S. Atanasius, UskPujG (P)
Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Yoh. 15:1-8
Setiap manusia selalu diperhadapkan dengan pilihan. Pilihan itu sangat beraneka ragam. Ada pilihan yang menguntungkan manusia dan ada pilihan yang membawa kerugian. Di balik semua pilihan itu, manusia diharapkan dapat menentukan pilihan yang kemudian memberikan dampak yang baik bagi diri sendiri pun orang lain. Dalam bacaan pertama, Paulus dan Barnabas diperhadapkan dengan pilihan untuk menentukan mana yang harus dilakukan oleh umat Allah.
Apakah mengikuti perintah Musa yaitu setiap orang harus disunat agar bisa diselamatkan ataukah tidak. Paulus dan Barnabas kemudian diutus oleh jemaat untuk pergi ke Yerusalem untuk bertanya kepada para Rasul. Hal ini mau menunjukkan bahwa Paulus dan Barnabas diperhadapkan pada suatu pilihan. Dengan kata lain manusia juga, sama seperti Paulus dan Barnabas, diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Pilihan yang seringkali bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan banyak orang.
Dalam bacaan Injil, diceritakan tentang pokok anggur yang benar. Tuhan sendiri mengungkapkan bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar dan manusia adalah ranting-rantingya (Yoh. 15: 5). Manusia mendapatkan tempat yang spesial di mata Tuhan. Jika manusia tinggal di dalam Yesus dan firman-Nya tinggal di dalam manusia, apa yang menjadi keinginan manusia akan dipenuhi. Hal ini menunjukkan jaminan berharga yang dijanjikan oleh Yesus.
Ketika manusia diperhadapkan dengan berbagai macam pilihan, satu hal penting yang harus dilakukan oleh manusia untuk memperoleh hikmat ialah bersatu dengan Yesus. Bersatu dengan Yesus mengandung arti bahwa manusia harus selalu mampu untuk melakukan apa yang menjadi harapan dan kehendak Yesus itu sendiri. Manusia akan memperoleh hikmat dari setiap pilihan yang ada, bila manusia selalu berserah dan berharap kepada Yesus.
Santo Atanasius diperhadapkan pula dengan pilihan untuk melakukan yang terbaik bagi umatnya. Kemunculan Arius yang mengguncang iman umat Kristiani dengan menyangkal keallahan Yesus membuat Santo Atanasius menjadi pusat perhatian untuk mempertanyakan penyangkalan yang dilakukan oleh imamnya tersebut.
Pada akhirnya ajaran Arius berhasil dibendung dengan hikmat yang diterima Santo Atanasius. Ini terjadi karena sungguh Ia adalah seorang beriman sejati, yang selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Kiranya kita pun dapat meneladani cara hidup dari Santo Atanasius dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.
(Fr. Manuel Vicky F. Solung)
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”(Yoh. 15:7).
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah aku untuk selalu berserah dan berharap kepada-Mu. Amin.











